alexametrics
Liga 1 2019

Persela dan Kalteng Putra Masih Betah di Zona Degradasi

19 Oktober 2019, 09:00:55 WIB

JawaPos.com – ’’Sudah latihan fisik di pantai. Bonus sudah disiapkan. Tapi, mainnya seperti itu,’’ keluh Manajer Persela Lamongan Edy Yunan Ahmadi saat berjalan di lorong Stadion Surajaya, Lamongan. Keluhan itu terucap setelah Persela takluk 0-1 oleh PSIS Semarang kemarin sore (18/10).

Bukan hanya Yunan, pendukung tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu juga geram. Bahkan, nyanyian dengan lirik yang mempertanyakan mengapa Persela kalah menggema dari tribun utara. Meminjam ucapan beberapa penonton di tribun barat, permainan Persela tampak menyebalkan. Eky Taufik dkk berkali-kali salah umpan.

Mereka juga terlalu lama menahan bola. Sudah begitu, eksekusi di depan gawang lawan berkali-kali tak akurat. ’’Inilah kesempatan kami untuk menjauh dari zona merah. Tapi, kesempatan itu justru disia-siakan,’’ lanjut Yunan.

Dengan permainan yang tak semilitan laga-laga kandang sebelumnya itu, Persela memang akhirnya dihukum PSIS. Tim asal Kota Lumpia tersebut memberikan kekalahan kedua bagi Persela di rumah sendiri. Kekalahan di saat Persela ingin mempersembahkan kemenangan untuk momen dua tahun kepergian legenda klub Choirul Huda. Semakin menyesakkan karena gol PSIS oleh Hari Nur Yulianto tercipta pada detik-detik akhir pertandingan. Alias menit ke-93 dari tambahan waktu 3 menit pada babak kedua.

’’Kekalahan yang membuat posisi kami semakin sulit. Kami mohon maaf kepada suporter Persela dan masyarakat Lamongan. Kami harus segera bangkit dan kami pasti akan bangkit,’’ tegas kapten Persela Eky Taufik.

Kekalahan kemarin membuat Persela semakin sulit menjauh dari zona degradasi. Sebab, setelah ini, mereka menjamu Persebaya Surabaya dan melakoni dua laga tandang. Jika tidak segera bangkit, ancaman melorot ke Liga 2 semakin dekat ke kenyataan. ’’Hasil yang sangat tidak bagus. Tapi, sisa pertandingan masih banyak. Kami harus memperbaiki diri dan segera bangkit,’’ tambah pelatih Persela Nil Maizar.

Jika Persela semakin terjepit posisinya, PSIS justru sebaliknya. Tambahan tiga angka menjauhkan mereka dari zona merah. Bahkan, kini Hari Nur Yulianto dkk melompat ke papan tengah. ’’Kemenangan kali ini karena pemain tak mau kalah,’’ tegas pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah.

Lahirnya gol Hari Nur pada pengujung laga menjadi bukti sahihnya. ’’Mereka terus berjuang hingga akhir laga. Dan saya sangat bersyukur dengan apa yang mereka tunjukkan serta kemenangan ini. Meski, sejatinya masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus kami kerjakan,’’ ungkapnya.

Pelatih asal Malang itu menambahkan, kunci sukses lainnya dari kemenangan di Stadion Surajaya adalah para pemainnya mau menjalankan instruksi untuk mematikan pergerakan Kei Hirose. Sebelum laga, PSIS mempelajari betul pergerakan gelandang Persela asal Jepang tersebut. ’’Saya bilang ke anak-anak, kalau si Jepang ini bebas berkeliaran, bahaya buat kami. Tapi, kalau pergerakannya bisa dimatikan, amanlah kami,’’ papar Bambang Nurdiansyah.

Dalam pertandingan lainnya, Kalteng Putra juga bernasib sama seperti Persela. Mereka kalah 0-1 oleh PSS Sleman. Bedanya, Kalteng Putra bermain tandang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman. Laskar Isen Mulang itu kalah oleh gol tunggal Yevhen Bokhashvili (11′). Kekalahan yang membuat mereka tetap di dasar klasemen dengan 20 poin, sama banyak dengan Persela dan Persija Jakarta yang juga berada di zona merah.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads