alexametrics
Liga 3 Jatim

Mangkir dalam Lima Kali Sidang, Desak PSSI Coret Persegres

19 September 2019, 15:37:01 WIB

JawaPos.com – Manajemen Persegres Gresik United kian terjepit. Mereka harus siap-siap membayar tunggakan gaji pemain pada musim 2017. Sebab, dalam sidang kasus itu, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) menghadirkan tiga saksi dan satu saksi ahli.

Salah satunya Ponaryo Astaman, general manager APPI. Lalu, ada pemain Persegres musim 2012-2016 Wismoyo Widhistio. Juga, Ketua Ultras 2014-2018 M. Muharom. Satu saksi ahli adalah dosen hukum perburuhan Universitas Airlangga, Surabaya, Lanny Ramli.

Mereka bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Gresik kemarin siang. Kesaksian mereka memberatkan pihak tergugat. Di sisi lain, manajemen Persegres selaku pihak tergugat malah tidak bisa melakukan pembelaan. Mereka kembali mangkir dalam sidang kelima tersebut.

Kesaksian Muharom yang pertama didengar dalam sidang. Dia tahu bahwa gaji pemain belum dibayar. Sebab, Satria Tama, kiper Persegres saat itu, sambat kepadanya. Kondisi tersebut kemudian membuat Ultras menggalang dana pada 18 April 2017. ’’Dana yang terkumpul sekitar Rp 5 juta. Kemudian, kami serahkan ke Agus Indra yang saat itu kapten tim,’’ kata Muharom.

Wismoyo memberikan kesaksian yang hampir senada. Dia merasa Persegres bermasalah sejak musim 2016. Indikasinya, gaji pemain 27 tahun itu belum dibayar selama dua bulan. Padahal, kompetisi sudah selesai. ’’Gaji saya baru dilunasi sehari sebelum kickoff Liga 1 2017,’’ papar Wismoyo. Setelah itu, kontraknya tidak diperpanjang. Dia pindah ke Sragen United pada musim 2017.

Dalam sidang tersebut, majelis hakim bertanya soal pemilik Persegres. Sebab, tidak ada kejelasan siapa yang harus bertanggung jawab atas tim Liga 3 itu. Menurut sepengetahuan Wismoyo, sang owner adalah Syaiful Arif. Pria yang disapa Kaji Ipung itu sering menemui pemain. ’’Memberikan semangat saat pertandingan. Kadang memberikan bonus langsung ke pemain,’’ katanya.

Di sisi lain, Ponaryo sangat kecewa dengan manajemen Persegres. Sebab, mereka mangkir dalam lima kali sidang. ’’Seakan tidak serius menyelesaikan masalah,’’ jelasnya kepada Jawa Pos.

Dia sudah mengirim surat ke PSSI. Isinya meminta Persegres tidak dilibatkan dalam Liga 3 jika tidak melunasi tunggakan gaji. ’’Ini sudah hampir tiga tahun nunggak. Saya harap PSSI tegas dan bisa menjalankan fungsinya dengan baik,’’ jelasnya. Terkait masalah itu, Sekjen Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin tidak banyak berkomentar.
’’Karena Persegres ikut Liga 3 pranasional, jadi ranahnya ke PSSI Pusat,’’ jelasnya.

Ponaryo menambahkan, Persegres menjadi tim ketiga yang masuk ranah pengadilan akibat tunggakan gaji. Sebelumnya, ada Sriwijaya FC dan PSPS Pekanbaru. ’’Dua tim itu akhirnya melunasi gaji pemainnya,’’ jelasnya. Kuasa hukum APPI yakin saksi yang didatangkan bakal menguntungkan pihak pemain.

Sayang, keputusan belum diberikan dalam waktu dekat. Sidang dilanjutkan pada 1 Oktober. Agendanya membacakan kesimpulan dari empat saksi kemarin. ’’Kemungkinan belum ada putusan. Tapi, semua kami serahkan ke majelis hakim,’’ kata kuasa hukum APPI, Aprianto Hutomo.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads