alexametrics
Liga 1

Yunan Helmi Seperempat Abad di Barito karena Kebaikan Hati Pemilik

19 Juli 2019, 18:38:18 WIB

JawaPos.com – Jarang sekali sosok yang begitu betah bergabung dengan satu klub saja dalam persepak bolaan tanah air. Di antara yang sedikit itu ada nama Yunan Helmi. Pria asli Babat, Lamongan, tersebut sangat setia dengan klub Barito Putera, Banjarmasin. Berkarir sebagai pemain, asisten pelatih, dan kini menjadi pelatih kepala.

Dileburnya Perserikatan dan Galatama menjadi Liga Indonesia pada 1994 juga menjadi momentum penting dalam perjalanan karir seorang Yunan Helmi. Ya, tahun itulah dia memulai kebersamaannya dengan Barito Putera dan bertahan hingga saat ini. Sudah 25 tahun. Sebelumnya Yunan bergabung dengan Persegres Gresik.

’’Saat itu ada seorang teman yang mengajak saya bergabung ke Barito,’’ ujar Yunan kepada Jawa Pos beberapa hari lalu di sebuah hotel di Surabaya.

Barito Putera

Bersama Laskar Antasari –julukan Barito Putera–, Yunan merasakan berbagai macam hal. Yang menyenangkan maupun mengecewakan. Pada tahun pertama dia bergabung, Barito berhasil lolos hingga babak semifinal Liga 1. Tetapi, di fase empat besar mereka dikalahkan secara menyakitkan oleh Persib Bandung dengan skor tipis 0-1.

Yunan juga mengalami saat Barito diturunkan ke Divisi I pada 2003 karena masalah keuangan. Krisis mereka berlanjut dan mereka terdegradasi ke Divisi II pada 2004.

Pada 2008, Barito bangkit dengan menjuarai Divisi II dan promosi ke Liga Indonesia Divisi I. Pada 2010, Barito finis di posisi kedelapan dan dipromosikan ke Divisi Utama Liga Indonesia.

Namun, karir Yunan Helmi sebagai pemain di Barito terhitung tak lama. Pada 2000, ketika berusia 28 tahun, pria yang mengawali karir sepak bola bersama tim Persigo Gotong Royong, Babat, Lamongan, itu harus gantung sepantu karena cedera hamstring. ’’Waktu itu pengobatan belum seperti sekarang yang sudah bagus,’’ kisahnya.

Selepas pensiun dari pemain, Yunan yang pernah menimba ilmu di SSB Petrokimia Gresik diperbantukan masuk tim pelatih dengan menjadi asisten. Satu per satu lisensi kepelatihan dia ikuti hingga kini mengantongi lisensi AFC Pro. ’’Dalam mengikuti lisensi, semua biaya ditanggung manajemen,’’ beber ayah dua anak itu.

Ya, kebaikan manajemen itulah yang menjadi alasan utama mengapa pria yang menikahi gadis Banjarmasin bernama Mahrini itu merasa betah bersama Barito Putera. ’’Terlalu banyak yang saya terima dari Barito. Saya ingin membalas semua itu,’’ lanjut pria yang pernah memperkuat timnas U-16 dan U-19 itu.

Dia mengakui, selama ini ada beberapa klub yang menghubunginya mengajak bergabung. Tetapi, semua tawaran tersebut dia tolak. Bahkan, saat ini anak sulungnya, M. Fikri Ridhoni, memperkuat Barito Putera U-18 sebagai penjaga gawang.

Lamanya Yunan ditempa sebagai asisten pelatih mendampingi pelatih-pelatih berpengalaman, di antaranya Salahuddin, Mundari Karya, Milomir Seslija (Dirtek), dan terakhir Jacksen F. Tiago, membuat skill kepelatihanya bervariasi. Nilai yang dia dapat saat mengikuti lisensi juga selalu tinggi. Tak heran kalau kemudian dia ditarik Indra Sjafri masuk tim pelatih timnas U-22 yang meraih gelar juara Piala AFF U-22 pada Februari lalu.

Kematangan pria yang masuk skuad PON Jatim 1993 (meraih perunggu) itu terlihat ketika dipercaya menggantikan Jacksen F. Tiago sebagai pelatih kepala Barito Putera pada 25 Juni lalu. Di tangannya, Barito Putera tak tersentuh kekalahan hingga laga keempat. Setelah meraih hasil seri dalam tiga away beruntun, Barito Putera berhasil meraih kemenangan perdananya di Liga 1 musim ini dengan mengalahkan tim yang sebelumnya belum terkalahkan, Bali United, dengan skor 1-0 di Stadion Demang Lehman, Martapura (14/7). Laju Barito di tangan Yunan Helmi baru terhenti kemarin setelah menyerah dengan skor ketat 3-4 dari tuan rumah Borneo FC. ’’Sebetulnya kuncinya ada di pemain. Saya hanya memotivasi mereka dan menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalani pertandingan,’’ paparnya.

Tidak ada niat suatu saat melatih klub di tanah kelahiran? ’’Saya belum berpikir untuk ke mana-mana. Fokus ke Barito saja,’’ tuturnya, lantas tersenyum.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : nia/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads