JawaPos Radar

Liga 1 2018

Analisis Tumpulnya Lini Depan dan Rapuhnya Pertahanan Persija

19/07/2018, 12:18 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Persija Jakarta, Liga 1 2018, Stefano Cugurra Teco
Lini depan Persija tumpul dan menjadi faktor minornya pencapaian mereka dalam beberapa laga terakhir (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Persija Jakarta mengalami masalah pelik dalam beberapa partai terakhir di Liga 1 2018. Lini depan dan pertahanan pasukan Stefano Cugurra Teco boleh dibilang jadi salah satu faktor utama minornya pencapaian Persija.

Cukup ironis memang, tim sekelas Macan Kemayoran yang musim ini memiliki skuad lebih baik justru memiliki grafik permainan yang menurun. Tercatat, setelah libur Lebaran, Persija hanya berhasil meraih satu kemenangan saja.

Lini depan mereka juga seakan tumpul. Dari enam partai terakhir dari melawan Persebaya Surabaya sampai takluk 0-2 dari Bali United, Persija hanya mencatatkan tujuh gol saja. Itu artinya per pertandingan, mereka hanya mengemas rata-rata 1,2 gol.

Persija Jakarta, Liga 1 2018, Stefano Cugurra Teco
Persija tengah mengalami tren minor (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Padahal, bila melihat skuad Persija diperkuat penyerang-penyerang kelas wahid seperti Marko Simic, Ivan Carlos, hingga Osas Saha yang baru masuk. Tapi, mereka seakan bingung ketika dihadapkan dengan lini belakang lawan yang kokoh dan rapat.

Dua pertandingan terakhir melawan Sriwijaya FC dan Bali United menjadi bukti sahih. Dikutip dari Statoskop.id, Persija sebenarnya mampu melepaskan total 35 tembakan dalam dua laga itu, tapi hanya delapan yang mengenai sasaran, dan hanya tercipta dua gol!

"Kami punya banyak peluang, tapi tidak bisa mencetak gol. Kami banyak melakukan serangan, tapi mungkin akurasi untuk mencetak gol tidak ada," ungkap Teco usai laga melawan Bali United.

Sebagai informasi, Marko Simic meski sempat dilarang bermain empat laga, saat ini ada di urutan ketiga sebagai pemain dengan tembakan terbanyak, yakni 19 kali. Tapi, dia baru mengemas enam gol sejauh ini, salah satunya dari titik putih melawan Barito Putera.

Sayangnya saat lini depan tumpul, pertahanan Persija juga kerap bermasalah soal konsentrasi. Saat melawan Sriwijaya FC dan PSM Makassar, Persija sempat unggul tapi harus kembali kebobolan. Masalah konsentrasi terlihat jelas kala Macan Kemayoran seperti tak berdaya menghadapi duet Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic kala melawan Bali United. Hanya butuh dua pemain untuk mengobrak-abrik pertahanan Persija.

Sejauh ini, Persija sudah kebobolan 21 gol dari 16 pertandingan di Liga 1. Itu artinya ada peluang 1,3 gol yang bersarang ke gawang Persija setiap laga. Absennya Andritany Ardhiyasa sempat dituding sebagai salah satu penyebab keroposnya pertahanan Macan Kemayoran.

Namun demikian, faktanya semenjak Andritany kembali melawan Persebaya 26 Juni lalu, Persija hanya sekali clean sheet, yakni kala menang melawan Persib Bandung. Sisanya, dari enam pertandingan terakhir, 10 gol sudah masuk ke gawang Macan Kemayoran. Kesimpulannya, memang lini belakang Persija tengah keropos.

Hal ini membuat sejumlah pekerjaan rumah ada di pundak Teco. Pelatih asal Brasil itu harus memutar otaknya lebih keras agar bisa membangkitkan Persija andai tak mau posisinya sebagai pelatih berada di ujung tanduk.

(ies/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up