JawaPos Radar

Persebaya Launching Tim dan Jersey untuk Liga 1 2018 Secara Sederhana

19/03/2018, 06:35 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Persebaya Surabaya, Launching Jersey, Launching Tim
Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda dan Direktur PT Kapal Api Global Christeven Mergonoto saat perkenalan jersey Persebaya untuk Liga 1 2018 (M. Syafaruddin/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Tidak ada sesuatu hal yang istimewa dalam prosesi perkenalan jersey anyar Persebaya Surabaya untuk kompetisi Liga 1 2018. Dibandingkan dengan musim 2017, kali ini Persebaya mengemasnya secara sederhana.

Pada musim lalu, sebelum terjun di kompetisi Liga 2 2017, Persebaya mengadakan acara peluncuran jersey di Atrium DBL Arena. Acara tersebut dikemas sangat mewah, elegan, dan modern. Persebaya hanya mengundang awak media dan rekanan bisnis.

Pada saat itu, Rachmat Latief dan Rendi Irwan Saputra dipercaya sebagai peraga untuk jersey kandang. Sedangkan M. Syaifuddin dan Abdul Aziz menjadi model untuk jersey tandang. Dimas Galih Pratama dan Miswar Saputra menjadi peraga untuk jersey kiper.

Selain itu, Persebaya juga memperkenalkan jersey training berwarna hijau terang lewat bek Andri Muliadi dan penyerang sayap Oktafianus Fernando. Konsep itu kemudian banyak dilakukan oleh tim-tim Liga 1 2018.

Ketika klub-klub lain mulai mengekor kemasan perkenalan pemain dan jersey secara elegan, Persebaya justru melakukan sebaliknya. Konsep peluncuran jersey berbeda jauh dibanding 2017 lalu.

Agenda launching jersey  Persebaya untuk Liga 1 2018 dilakukan secara sederhana di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/3) sore. Bukannya menunjuk pemain sebagai model, Persebaya memilih menggunakan maneken alias boneka peraga.

Ada lima maneken yang disiapkan. Masing-masing dikenakan jersey kandang warna hijau, jersey tandang warna putih, dua jersey kiper berwarna jingga dan hitam, serta satu jersey alternate dengan warna hitam bergradasi hijau. Persebaya juga mempersiapkan alternate jersey kiper berwarna kuning stabilo.

Khusus untuk jersey home dan away, Persebaya mempertahankan detail kain bermotif kulit buaya (croco). Bahannya dibuat dengan material terbaik, ringan, dan sangat cepat kering, plus memiliki sifat anti-ultra violet (UV), anti-odor (bau) serta anti-bacterial.

“Salah satu yang membuat kami bangga adalah, semua jersey Persebaya ini 100 persen buatan Indonesia. Kami juga mempertahankan kain motif croco yang tergolong high-tech,” ulas Masany Audri, Direktur Bisnis Persebaya.

Jersey Persebaya juga terlihat lebih penuh dengan kehadiran dua sponsor baru, yaitu Safe Care dan Mens Biore yang nongol di bagian depan. Safe Care ditempatkan di bagian dada kanan. Sementara Mens Biore muncul di bagian tengah, persis di bawah logo Kapal Api.

Meski sudah diperkenalkan, jersey tersebut tidak langsung dipakai pada pertandingan uji coba melawan tim kasta kedua Malaysia, Sarawak FA. Persebaya memilih menggunakan jersey pramusim untuk menghadapi tim dari Negeri Jiran.

Dalam laga melawan Sarawak FA bertajuk Blessing Game, Stadion GBT tak terisi penuh. Persebaya sendiri hanya bermain imbang 2-2, setelah sempat tertinggal 0-2.

(saf/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up