alexametrics
Piala Dunia U-20 2021

FIFA Hanya Ingin Empat Stadion, GBT Terancam Dicoret

19 Januari 2020, 07:00:47 WIB

JawaPos.com – Piala Dunia U-20 tahun depan, tampaknya, tak bisa berlangsung di enam venue. Sebab, FIFA hanya memilih empat stadion. Hal itu disampaikan Menpora Zainudin Amali. ’’Informasi awal memang enam. Lantas, info masuk lagi. Untuk efisiensi dan koordinasi agar cepat, FIFA hanya menggunakan empat,’’ paparnya.

Jika hanya empat yang dipilih, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, terancam dicoret. Sebab, banyak aspek minor di Stadion GBT. Selain akses jalan menuju stadion, beberapa hal juga membutuhkan pembenahan total.

Dari 10 stadion yang di-submit ke FIFA, hanya Stadion Utama Gelora Bung Karno yang mempunyai nilai paling tinggi. Zainudin menuturkan, pembenahan di GBK tidak sebesar stadion lainnya. ’’Ada juga yang mayor. Itu bergantung FIFA menentukannya seperti apa,’’ terangnya.

Sebetulnya, PSSI dan pemerintah justru menginginkan Piala Dunia U-20 tetap berlangsung di enam venue seperti rencana awal FIFA. Alasannya, agar banyak wilayah yang bisa merasakan gegap gempita Piala Dunia. ’’Agar lebih terbagi. Aspek rumput juga. Kalau empat dipakai berkali-kali, bisa sakit. Kalau enam, bisa terbagi,’’ kata Zainudin.

Zainudin menambahkan, saat ini PSSI masih berkonsolidasi dengan FIFA. Pada 25 Januari mendatang, tepat dalam kongres tahunan PSSI di Bali, venue yang dipilih akan ditentukan. ’’Ya, kami ingin dipercepat supaya perbaikan bisa dilakukan lebih awal. Karena semua stadion yang digunakan butuh perbaikan. Ada yang minor dan mayor,’’ terangnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan. Dia menyatakan, ada enam stadion yang dijagokan untuk menjadi venue Piala Dunia U-20. Selain GBK, ada Stadion Manahan (Solo), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Pakansari (Bogor), dan GBT.

Dia mengatakan, enam stadion tersebut punya kapasitas dan kualitas yang baik. ’’Kesuksesan di Asian Games 2018 akan diulang di Piala Dunia U-20,’’ tegasnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid


Close Ads