alexametrics

Optimalkan Rafli, Striker Timnas U-23 Terbantu Kurniawan Dwi Yulianto

18 November 2019, 17:00:50 WIB

JawaPos.com – Kondisi cedera Alberto Goncalves yang tak kunjung membaik membuat pelatih timnas Indra Sjafri akhirnya mencoret striker naturalisasi itu dari skuad timnas Indonesia U-23. Beto dicoret bersama tiga pemain lainnya kemarin (17/11). Mereka adalah Hanif Sjahbandi, Rifad Marasabessy, dan Hambali Tolib.

Dokter timnas Syarif Alwi mengungkapkan, Beto memang ada masalah cedera sehingga tersisih dari timnas. Di antara 28 pemain, hanya pemain dari Madura United itu yang memang membutuhkan waktu untuk istirahat. ’’Dia harus istirahat tiga minggu. Jadi sulit untuk memainkan dia di Filipina,’’ ujarnya.

Dengan dicoretnya Beto, otomatis timnas U-23 hanya menyisakan dua pemain senior. Yaitu, Evan Dimas dan Zulfiandi.

Disinggung soal kondisi keduanya yang sempat diragukan, Syarif menyatakan tidak ada masalah. ’’Semua fit, tidak ada masalah,’’ paparnya.

Selain menyisakan dua pemain senior, timnas U-23 tidak punya striker murni. Di lini depan hanya ada nama M. Rafli dan Osvaldo Haay. Dua pemain yang sebenarnya bukan striker.

Walau begitu, Indra mengatakan tidak ada masalah. Dia meminta pendukung timnas tetap percaya kepada skuad timnas U-23 di Filipina. Percaya bahwa mereka mampu meraih medali emas yang terakhir didapat pada 1991.

Selain itu, mantan pelatih Bali United itu mengatakan sudah sering memasang pemain di posisi beda. Fadil Sausu, misalnya. Dulu, ketika Indra masih melatih di Bali United, Fadil merupakan bek kiri. Lantas, Indra memindahkan posisi dia sebagai gelandang tengah. Hasilnya, Fadil menjadi andalan Bali United di lini tengah hingga saat ini.

’’Asnawi (Mangkualam) sejak kecil main di gelandang. Saya tukar jadi bek kanan dan hasilnya belum tergantikan sampai sekarang. Rachmat Irianto dari bek tengah ke holding midfield. Rafli main gelandang jadi striker. Dia selalu bikin gol untuk timnas. Jadi, percaya saja kepada mereka,’’ paparnya.

Disinggung soal pencoretan empat pemain, Indra menyatakan bahwa hal itu sudah sesuai dengan hasil evaluasi dan penilaian. Sudah sangat selektif agar di SEA Games 2019 nanti hasilnya bisa maksimal. ’’Ini juga sudah sesuai dengan kebutuhan skema dan strategi tim juga,’’ ucapnya.

Rafli mengatakan sedikit terbebani tidak dipasang di posisi aslinya sebagai gelandang. Tapi, hal itu tidak akan dijadikan masalah. Dia bakal memberikan yang terbaik dan menjalankan semua instruksi pelatih. ’’Semua pemain terbebani sebenarnya. Tapi, yang penting tunjukin yang terbaik di lapangan. Tidak usah dipikirkan,’’ bebernya.

Posisi striker baginya memang bukan hal baru. Setelah lulus dari ASIFA, Rafli pernah ditaruh di posisi striker ketika masuk timnas U-19 saat dilatih Eduard Tjong pada 2016 lalu. ’’Jadi sudah terbiasa walau memang saya akui belum 100 persen di striker,’’ terangnya.

Beruntung, di tim pelatih timnas U-23 ada nama Kurniawan Dwi Yulianto. Mantan striker andalan timnas pada era 1990 hingga 2000-an awal. Dia pun mengungkapkan, secara khusus dirinya banyak mengobrol dengan Kurniawan setelah latihan. ’’Terutama soal bagaimana penempatan bola dan pergerakan. Beliau (Kurniawan) orangnya santai dan banyak memberikan saran kepada saya dan pemain lain,’’ tuturnya.

Daftar 24 Pemain Timnas U-23:
Kiper
1. Nadeo Arga Winata
2.          M. Riyandi
3.          Awan Setho
 
Bek
1.          Nurhidayat Haji Haris
2.          Bagas Adi
3.          Firza Andika
4.          Asnawi Mangkualam
5.          Dodi Alekvan Djin
6.          Andi Setyo
 
Tengah
1.          Rachmat Irianto
2.          Sani Rizki
3.          Syahrian Abimanyu
4.          M. Lutfi Kamal
5.          Irkham Zahrul Mila
6.          Gian Zola
7.          I Kadek Agung
8.          Zulfiandi
9.          Evan Dimas
 
Depan
1.          Feby Eka Putra
2.          M. Rafli
3.          Egy Maulana Vikri
4.          Osvaldo Haay
5.          Saddil Ramdani

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads