JawaPos Radar | Iklan Jitu

Media Massa Asing Kritisi Kepemimpinan Edy Rahmayadi di PSSI

18 November 2018, 22:56:15 WIB | Editor: Bagusthira Evan Pratama
PSSI, Timnas Indonesia, Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut, Ketua Umum PSSI, Piala AFF 2018, Liga 1 2018, Fox Sport Asia, PSMS Medan
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Timnas Indonesia kembali menelan kekalahan di turnamen Piala AFF 2018. Menghadapi Thailand, Sabtu (17/11) kemarin, Indonesia bertekuk lutut dengan skor 2-4.

Kekecewaan jelas dirasakan oleh masyarakat Tanah Air. Mereka menilai PSSI tidak becus dalam mempersiapkan tim nasional senior.

Kegelisahan masyarakat Indonesia akhirnya disorot oleh media massa asing, Fox Sport Asia. Dalam laporannya yang berjudul '5 reason why Indonesia fans think Edy Rahmayadi should quit PSSI', mereka membeberkan kinerja buruk induk organisasi sepak bola di Tanah Air tersebut.

Berdasarkan dari isi pemberitaan, Ketua Umum PSSI dinilai tidak dapat memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan performa Timnas Indonesia. Tidak hanya itu saja, digelarnya kompetisi Liga 1 secara bersamaan dengan Piala AFF turut menjadi perhatian oleh masyarakat asing.

Mereka menilai PSSI seharusnya bisa mengatur jadwal agar kompetisi dalam negeri tidak bentrok dengan turnamen sekelas Piala AFF. Alhasil ini memengaruhi persiapan Timnas Indonesia.

Kesalahan makin diperburuk dengan kekonyolan yang dibuat PSSI saat Indonesia menghadapi Timor Leste beberapa waktu lalu. Saat itu PSSI lupa memasang logo kompetisi Piala AFF di jersey Timnas Indonesia. Hal itu dapat berakibat hukuman denda hingga mencapai Rp 73 miliar.

Tingkat kepercayaan publik terhadap Edy makin menurun ketika dia melakukan tindakan kasar kepada suporter Indonesia. Kejadian itu berlangsung saat pertandingan PSMS Medan melawan Persela Lamongan. Edy marah karena mendapati suporter menyalakan flare di tribun stadion.

Alasan terakhir tentu saja akibat jabatan ganda yang diembannya. Selain menduduki jabatan Ketua Umum PSSI, Edy juga bertindak sebagai Gubernur Sumatera Utara. Publik menilai hal itu justru membuatnya tidak fokus dalam menjalankan tugasnya membangun sepak bola Tanah Air.

(mat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up