alexametrics
Liga 1 2019

Sebaiknya Bonek Tidak Nekat Dukung Persebaya di SUGBK

17 Desember 2019, 15:00:36 WIB

JawaPos.com – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kerap menorehkan memori buruk bagi Persebaya Surabaya. Pada musim 2005, misalnya, Persebaya sempat WO pada babak delapan besar Divisi Utama. Green Force –julukan Persebaya– mundur dengan alasan keamanan.

Kenangan buruk terakhir adalah Persebaya dikalahkan Persija di ajang Indonesia Super League pada 29 November 2009. Saat itu Persebaya takluk 3-4. Memori kelam itu diharapkan tidak terulang malam nanti.

Persebaya Surabaya

Untungnya, di skuad Persebaya saat ini, tidak ada lagi pemain yang pernah merasakan memori kelam 2005 dan 2009. Aji Santoso pun meminta pemainnya tidak memikirkan laga-laga yang sudah lewat. Arsitek Persebaya itu juga berharap SUGBK malam nanti dipenuhi pendukung tuan rumah. ’’Saya yakin pemain Persebaya akan menikmati pertandingan. Ini laga seru,’’ ungkapnya.

Pelatih asal Malang tersebut berpesan agar kedua suporter menjaga kondusivitas pertandingan. ’’Dalam sepak bola, rivalitas memang seru, tapi harus diiringi hal positif. Namun, saya bermimpi betapa indahnya kalau kedua suporter berada dalam satu tribun,’’ tuturnya.

Hal senada disampaikan kapten Persebaya Ruben Sanadi. Dia menegaskan bahwa Persebaya dan Persija memang memiliki rivalitas, tetapi hanya di lapangan. ’’Kami para pemain tetap bersahabat dan bersaudara. Tidak ada masalah soal rivalitas. Saya ingin semua suporter bersatu,’’ kata Ruben.

Sanksi larangan bagi Bonek atau pendukung Persebaya memang masih berlaku. Karena itu, Fans Relation Manager Persebaya Sidik Tualeka berharap Bonek tidak nekat datang ke SUGBK. ’’Lebih bijak lagi, mereka yang cinta Persebaya tidak perlu memaksa datang ke stadion tim lawan. Apalagi membeli tiket mereka. Itu sama saja memberikan dukungan finansial kepada tim lawan, apalagi yang berstatus rival,’’ terang Sidik.

Anggota Bonek Jabodetabek Joe Oktavano sependapat dengan Sidik. Dia berharap Bonek tidak datang ke stadion, terutama yang berdomisili di Jabodetabek. ’’Selain Persebaya masih dihukum, hubungan dengan suporter tuan rumah belum bagus. Mendukung tidak harus datang ke stadion. Lebih baik berikan doa. Sepak bola tidak sebanding dengan nyawa,’’ tegas Joe.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads