alexametrics

Sangat Gusar, Dua Aremania Bersatu Bikin Aksi Make Malang Great Again

17 November 2020, 15:41:25 WIB

JawaPos.com-Saat kompetisi belum jelas, aksi damai dilakukan Make Malang Great Again (MMGA). MMGA merupakan gabungan antara suporter ’’dua Arema”, Arema FC dan Arema Indonesia.

Bagus Putra Pamungkas, Jawa Pos – Surabaya

Ribuan Aremania mendatangi kantor DPRD Kota Malang kemarin siang. Mereka menyuarakan supaya dualisme klub di Malang segera dituntaskan. Dualisme terjadi sejak 2012.

Arema FC jadi klub yang berlaga di Liga 1. Sementara itu, Arema Indonesia masih berkutat di Liga 3 zona Jawa Timur.

Memang, saat ini belum ada gesekan antara dua suporter. ’’Tapi, sudah ada saling sindir di medsos. Kami takut ke depan akan ada gesekan antara suporter Arema FC dan Arema Indonesia. Kalau tidak dituntaskan, ini bisa jadi bom waktu,’’ kata Andi Sinyo, koordinator media MMGA, saat dihubungi Jawa Pos.

Salah seorang pentolan Aremania, Vandy Wijaya, juga geregetan. Dia geram karena tidak ada yang punya niat menuntaskan kasus dualisme tersebut. ’’Dari saya lahir, hanya ada satu Aremania. Sekarang nggak seperti itu. Sudah ada Aremania kubu Liga 1 dan Aremania kubu Liga 3. Mau sampai kapan kayak gini?’’ tegas pria asli Malang itu kepada Jawa Pos.

Awalnya, MMGA tidak ingin melakukan aksi damai. Mereka memilih melakukan pendekatan secara personal. ’’Kami sudah berkirim surat ke pihak yayasan dan berbagai pihak. Termasuk pemerintahan. Tapi, tidak ada balasan,’’ tambah Sinyo.

Karena tidak kunjung ada balasan, MMGA memutuskan turun ke jalan. ’’Kami ingin bertemu dengan pengelola yayasan Arema,’’ tegasnya.

Berdasar data tahun 2015, ada beberapa pengelola yayasan yang ingin ditemui MMGA. Termasuk pembina yayasan Darjoto Setiawan.

’’Pak Darjoto sempat memberikan respons. Dia bilang kalau sudah nggak pegang yayasan Arema sejak 2009. Tapi, di daftar pengelola yayasan tahun 2015 kok masih ada namanya? Ini yang ingin kami perjelas,’’ sambung Vandy.

Sampai saat ini, MMGA juga masih dibuat bingung perihal siapa sebenarnya di balik yayasan Arema yang sekarang. Beruntung, aksi mereka disambut baik oleh Wali Kota Malang Sutiaji yang menemui perwakilan MMGA. Kemudian mendengar keluh kesah soal dualisme klub.

’’Saya trenyuh. Karena mereka datang tanpa embel-embel Arema A atau Arema B. Mereka datang murni untuk bisa bersatu,’’ katanya.

Karena itu, Sutiaji langsung bergerak cepat. Dia sudah meminta pihak Sekkota melacak siapa pengelola yayasan Arema saat ini. ’’Setelah dilacak, tentu kami akan undang (pengelola yayasan). Kami juga ingin tahu, ini sebenarnya gimana? Kenapa?’’ kata wali kota 56 tahun itu. Soal klub mana nanti yang asli, Sutijai menilai itu jadi ranah pihak yayasan.

Yang jelas, pihak MMGA diminta menunggu paling tidak selama satu pekan. Sinyo mengaku tidak masalah. ’’Kami ingin tahu siapa pembina yayasan sampai November 2020 ini,’’ ucapnya.

Di sisi lain, dengan respons baik wali kota, Vandy berharap segera ada penyelesaian soal dualisme. ’’Klub mana nanti yang akhirnya terbukti benar harus kami dukung sama-sama,’’ katanya.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads