alexametrics
Menuju SEA Games 2019

Indra Sjafri: Mudah-Mudahan yang Melecehkan Timnas Indonesia Tobat

17 November 2019, 07:00:40 WIB

JawaPos.com – Timnas Indonesia U-23 mendapat modal bagus sebelum terbang ke Filipina untuk bertanding di SEA Games 2019 mulai 26 November mendatang. Dalam uji coba keduanya melawan Iran U-23 di Lapangan G, Senayan, kemarin (16/11), tim Garuda Muda berhasil menang dengan skor 2-1.

Kemenangan itu menjadi bukti bahwa perbaikan kesalahan dalam uji coba pertama pada 13 November di Bali berjalan mulus. Counterattack yang menjadi senjata utama berjalan cukup baik. Para pemain pun tidak tergesa-gesa ketika melakukan serangan balik. Mereka mengandalkan passing-passing pendek dan possession game.

Timnas unggul lebih dulu melalui gol M. Rafli pada menit ke-32. Walau dibalas melalui gol penalti Reza Shekari pada menit ke-40, tim besutan Indra Sjafri akhirnya mampu mencuri kemenangan pada menit ke-84 lewat aksi Egy Maulana Vikri setelah meneruskan umpan Rachmat Irianto.

Kemenangan timnas U-23 merupakan kemenangan pertama dalam lima kali uji coba internasional. Sebelumnya, tiga kali bermain di turnamen CFA di Tiongkok, Bagas Adi Nugroho dkk sama sekali tidak meraih kemenangan. Timnas U-23 kalah oleh Jordania dan Tiongkok serta bermain imbang melawan Arab Saudi. Selanjutnya, timnas U-23 juga gagal menang melawan Iran U-23 dalam uji coba pertamanya pada 13 November di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Pelatih timnas U-23 Indra Sjafri menyatakan, kemenangan kemarin diraih melalui proses yang sangat bagus. ’’Melalui apa yang kami rencanakan. Semua pemain paham apa kekurangan di pertandingan sebelumnya dan memperbaikinya. Kami main lebih sabar,’’ ujarnya.

Meski berhasil mengakhiri rentetan buruk di uji coba, Indra berharap kemenangan atas Iran U-23 kemarin bukanlah peak performance timnas U-23. Dia berharap puncak permainan tim ada di SEA Games 2019. ’’Kami juga mendapat banyak pelajaran dengan melawan tim-tim yang lebih kuat sebelum SEA Games 2019. Para pemain bisa belajar merespons situasi sulit. Misalnya, ketika melawan Iran U-23, pemain belajar bagaimana harus keluar dari deep defend menjadi counterattack,’’ terangnya.

Pelatih 56 tahun itu menuturkan, dari pertandingan kemarin, dirinya sudah punya gambaran 20 pemain untuk SEA Games 2019. Hanya, Indra harus menunggu hasil medical checkup Alberto Goncalves. ’’Kami akan umumkan 23 pemain dulu. Saya ingin selektif untuk skuad SEA Games 2019. Sebab, kami hanya diperbolehkan membawa 20 pemain dan harus bermain kalau sampai final sebanyak 7 kali dalam 14 hari,’’ bebernya.

Indra juga tidak menampik ada dua nama senior yang sangat mungkin masuk skuad. Yakni, Evan Dimas dan Zulfiandi. Bahkan, pelatih asal Batang Kapas, Pesisir Selatan, tersebut menekankan bahwa Evan dan Zulfiandi adalah dua puzzle miliknya yang selama ini hilang. ’’Tapi, kembali lihat hasil rekomendasi ya. Lihat hasilnya besok,’’ tuturnya.

Selain itu, Indra juga menanggapi tanggapan remeh dari Singapura terhadap timnas U-23. Itu terkait dengan pernyataan Jordan Vestering, pemain Singapura U-23, yang tidak memasukkan Indonesia dalam daftar pesaing utama. Hanya Thailand dan Vietnam yang diwaspadai Singapura. ”Dengan kemenangan atas Iran, saya pikir pelecehan terhadap timnas Indonesia oleh Singapura, Thailand, dan Vietnam berakhir. Mudah-mudahan mereka tobat,” kata Indra.

Sementara itu, asisten pelatih Iran U-23 Amir Husein Peirovani mengakui ada perbedaan permainan dari Indonesia jika dibandingkan dengan uji coba pertama. Timnas Indonesia U-23 jauh lebih tenang ketika menguasai bola. ’’Saya melihat tim ini juga cukup bagus ke depan. Saya yakin pasti memberikan sesuatu untuk negara ini,’’ ungkapnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads