alexametrics
Liga 3 2019

Tagih Tunggakan Gaji Pemain ke Manajemen Lama Gresik United

17 Oktober 2019, 16:30:35 WIB

JawaPos.com – Sidang tunggakan gaji pemain Gresik United tuntas. Majelis hakim memutuskan PT Persegres Joko Samudro (PJS) wajib melunasi utang kepada para pemainnya pada musim 2017. Putusan itu dibacakan dalam sidang ketujuh di Pengadilan Negeri (PN) Gresik kemarin siang (16/10).

’’Berdasar barang bukti dan dua saksi, kami memutuskan agar pihak tergugat (PT PJS) membayar kewajiban gaji kepada semua pemain,’’ kata Silvya Terry, ketua majelis hakim.

Artinya, PT PJS harus melunasi tunggakan gaji Rp 458 juta. Putusan tersebut sesuai dengan keinginan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI). ’’Meski ada yang tidak dikabulkan, tidak masalah,’’ ujar Kepala Divisi Legal APPI Jannes H. Silitonga.

Salah satu poin yang tidak dikabulkan majelis hakim adalah denda keterlambatan pembayaran gaji. ’’Jadi, hanya membayar sesuai dengan jumlah tunggakan,’’ tambah Jannes.

Masalahnya, Jannes belum tahu ke mana harus menagih tunggakan gaji tersebut. Sebab, pengelolaan PT PJS sudah beralih. ’’Kami tunggu kepastian hukumnya (PT PJS) seperti apa,’’ tuturnya.

PT PJS saat ini sudah dikelola manajemen baru. Ketua DPRD Kabupaten Gresik Fandi Ahmad Yani bertindak sebagai penanggung jawab. Namun, belum ada hitam di atas putih. Sekjen Ultras Imam Junaidi mengakuinya. ’’Peralihan pengelola memang sudah ada. Tapi, baru sampai situ saja. Belum ada legalitasnya,’’ ungkap pria yang akrab disapa Juned tersebut.

Artinya, secara hukum manajemen lama masih menjadi bagian dari PT PJS. Karena itu, tunggakan gaji merupakan tanggungan manajemen lama. Apalagi, tunggakan gaji terjadi saat PT PJS masih dipegang manajemen lama.

Ketua Ultras Thoriqi Fajrin berharap ada iktikad baik dari manajemen lama. Apalagi, majelis hakim hanya memberikan waktu dua pekan untuk kepastian dilakukannya pelunasan. ’’Masalahnya, hak pemain ini kan wajib dibayar. Makanya, kami akan menekan manajemen lama untuk segera melunasi karena ini memang tanggung jawab mereka,’’ tegas pria yang akrab disapa Kaji Riki tersebut.

Riki menilai tidak logis jika tunggakan gaji dibebankan ke manajemen baru. Apalagi, struktur manajemen anyar belum sepenuhnya terbentuk. Mereka baru memegang tim selama satu pekan saja. Terlebih, Rp 458 juta jelas bukan nominal yang sedikit bagi manajemen anyar. ’’Makanya, kami bakal pastikan sebelum dua pekan. Kalau telat, takutnya (tunggakan gaji, Red) dilimpahkan ke manajemen baru. Itu terlalu mahal,’’ jelas Riki.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads