alexametrics
Liga 1 2019

Belum Terima Gaji September, Pemain Kalteng Putra Tetap Mau Bertanding

17 Oktober 2019, 17:00:38 WIB

JawaPos.com – Sejak era Liga 1 musim 2017, ada saja tim yang menunggak gaji pemain. Di Liga 1 2017, ada Persegres Gresik United. Pada musim 2018, giliran Sriwijaya FC. Musim ini Kalteng Putra mengalami nasib serupa.

Tim berjuluk Laskar Isen Mulang itu belum membayar gaji pemain pada September. Salah seorang pemain Kalteng Putra membenarkan kabar tersebut. ’’Saya bulan kemarin (September) belum gajian,’’ ucap pemain tersebut kepada Jawa Pos. Demi menjaga hubungan pemain dengan klub, nama pemain yang diwawancarai sengaja tidak disebut di berita ini.

Kalteng Putra

Parahnya, bukan kali ini saja Kalteng Putra bermasalah soal gaji. Ternyata kondisi itu terjadi sejak awal musim ini. Para pemain sering telat menerima gaji bulanan. Manajemen hanya memberi janji. Kesabaran pemain pun habis. ’’Komunikasi dengan manajemen kurang lancar. Kami cuma dijanjikan selama ini,’’ kata sang pemain.

Kondisi itulah yang membuat I Gede Sukadana dkk sempat mogok latihan. Namun, mereka kini sudah kembali berlatih di Jogjakarta untuk persiapan menghadapi PSS Sleman besok.

Selain itu, sistem kontrak para pemain Kalteng Putra cukup janggal. Dalam kontrak, pemain diperbolehkan mengundurkan diri bila gaji terlambat selama 14 hari. Poin tersebut jelas menyalahi aturan FIFA. Dalam aturan FIFA disebutkan, pemain boleh mengundurkan diri jika gaji tidak dibayarkan selama 42 hari. Karena itulah, manajemen selalu mengakali pembayaran gaji. Seharusnya mereka membayar gaji setiap tanggal 1. Namun, gaji pemain baru dibayar 12 hari setelahnya atau tanggal 13 agar keterlambatan tidak sampai 14 hari.

Hingga berita ini selesai ditulis, belum ada tanggapan dari manajemen Kalteng Putra. CEO Kalteng Putra Agustiar Sabran dan Manajer Kalteng Putra Sigit Wido tidak merespons saat berkali-kali dihubungi Jawa Pos. Telepon tidak diangkat. Pesan melalui WhatsApp juga tidak dibalas.

Isu penunggakan gaji pemain Kalteng Putra sudah masuk ke kuping PT LIB. Public Relation PT LIB Hanif Marjuni sudah tahu masalah yang dialami Kalteng Putra. ’’Tapi, tidak secara langsung ya. Kami hanya mendengar dari media,’’ tuturnya saat dihubungi Jawa Pos.

Namun, Hanif belum mendengarkan secara langsung dari Kalteng Putra. Karena itu, pihaknya belum bisa memutuskan apa pun tentang isu yang beredar. ’’Saat emergency meeting Sabtu (12/10), kami juga bertemu pihak Kalteng Putra. Tidak ada pembahasan apa pun,’’ paparnya.

Hanif pun menepis isu yang menyebut Kalteng Putra akan mundur dari Liga 1 musim ini. Menurut dia, saat emergency meeting dengan 18 klub Liga 1, Kalteng Putra juga setuju menyelesaikan kompetisi hingga 22 Desember. ’’Mereka setuju tetap bertanding sesuai dengan jadwal,’’ ungkapnya.

Penunggakan gaji di Kalteng Putra juga sudah diketahui Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI). Keterlambatan terjadi lebih dari sebulan. ’’Tapi, kami masih memantau perkembangannya bagaimana,’’ ujar Sekjen APPI Muhammad Hardika Aji.

Sejauh ini belum ada aduan resmi dari pemain Kalteng Putra ke APPI. Sebab, manajemen Laskar Isen Mulang berjanji melunasi tunggakan gaji tersebut. Karena itu, para pemain memilih berfokus untuk laga berikutnya. Kalteng Putra bersua PSS Sleman besok (18/10). Meski tim lawan tengah dilanda masalah, pelatih PSS Seto Nurdiantoro enggan meremehkan. ’’Kami harus fokus pada tim kami sendiri,’’ tegas pelatih 45 tahun tersebut.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/rid/nia/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads