alexametrics

Jokdri Tersangka, Ini Pernyataan Komite Ad Hoc Integritas PSSI

17 Februari 2019, 00:05:20 WIB

JawaPos.com – Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Sepak Bola Indonesia. Hal ini menimbulkan banyak reaksi dari berbagai pemegang kepentingan.

Komite Ad Hoc Integritas PSSI berharap masyarakat bisa menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyikapi semua kasus yang ada. Hal ini karena proses hukumnya masih sedang berlangsung.

“Kepada semua pihak, baik penyidik, maupun media, serta masyarakat, mari sama-sama kita junjung tinggi asas praduga tak bersalah. Kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” ucap Ketua Komite Adhoc Integritas, Ahmad Riyadh, Sabtu (16/2).

“Hasil pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola diharapkan dapat memilah pelanggaran berkaitan dengan pidana dilanjutkan sesuai proses hukum yang sudah diatur sedemikian rupa. Dan pelanggaran berkaitan dengan statuta diinformasikan resmi ke PSSI (komite integritas) untuk ditindaklanjuti sesuai dengan sanksi atau hukuman menurut statuta,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Jokdri ditetapkan sebagai tersangka setelah Satgas melakukan penggeledahan di apartemen miliknya, Kamis (14/2). Akibat kasus ini, Jokdri dilarang untuk berpergian ke luar negeri.

Dalam waktu dekat, Komite Ad Hoc akan melakukan komunikasi dengan Jokdri selaku Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI. Diharapkan Jokdri dapat memberikan penjelasan dengan benar, terang, dan tidak terlibat pengaturan skor maupun manipulasi pertandingan.

“Komite Ad Hoc Integritas akan segera melakukan pertemuan dengan Plt Ketua Umum untuk memastikan integritas PSSI terjaga sehingga akan memperjelas informasi kepada masyarakat. Kejelasan informasi kepada masyarakat akan menumbuhkan kepercayaan kembali kepada PSSI, kemudian ke depan bersama pemerintah dan masyarakat berusaha sekuat tenaga semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi tim nasional di event internasional,” tutur Riyadh.

Editor : Bagusthira Evan Pratama

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Jokdri Tersangka, Ini Pernyataan Komite Ad Hoc Integritas PSSI