alexametrics

Jokdri Jadi Tersangka, PSSI Gelar Emergency Meeting

17 Februari 2019, 19:40:24 WIB

JawaPos.com – Kongres luar biasa (KLB) tetap belum ada dalam rencana para petinggi PSSI saat ini. Padahal, sudah empat pengurus federasi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola. Terbaru dan paling menghebohkan adalah Plt Ketum PSSI Joko Driyono yang jadi tersangka.

Sebelum Jokdri -sapaan Joko Driyono- tersandung, ada tiga pengurus aktif lain yang kena batunya. Mereka adalah anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, anggota Komdis PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan staf Departemen Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu.

Karena Jokdri ditetapkan sebagai tersangka, PSSI pun merencanakan dilaksanakannya emergency meeting. Rencananya, malam ini para anggota Exco PSSI berkumpul. Agenda paling mendesak adalah memastikan roda organisasi tetap berjalan serta kompetisi di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 tidak terganggu. Apalagi, saat ini Piala Indonesia 2018 masih berjalan dan Piala Presiden 2019 segera digulirkan.

Jokdri Jadi Tersangka, PSSI Gelar Emergency Meeting
Anggota Satgas Antimafia Bola saat menggeledah kantor PSSI beberapa waktu lalu. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

“Agenda pertama adalah terkait RUPS (rapat umum pemegang saham) PT LIB. Jadwal tetap. Supaya kompetisi tetap berjalan sesuai rencana,” ucap anggota Exco PSSI Gusti Randa.

Dalam emergency meeting tersebut, belum ada agenda pembahasan soal KLB. Menurut dia, yang terpenting agenda kompetisi yang sedang berjalan tak terganggu. ”Tapi, bukan tidak mungkin hal tersebut (pergantian Jokdri, Red) akan dibahas. Kan pemikiran anggota exco berbeda-beda,” ujarnya.

Lagi pula, KLB tidak serta-merta bisa dilaksanakan. Ada syarat yang kudu dipenuhi sesuai statuta PSSI. KLB bisa terlaksana apabila anggota Exco PSSI sepakat melakukannya. Atau, KLB bisa dilaksanakan apabila ada permintaan dari 2/3 voter.

Lagi pula, tidak bisa langsung KLB. Sebab, butuh waktu tiga bulan setelah pengajuan baru bisa dilaksanakan PSSI. ”Ya, dilihat saja dulu. Toh masih tidak melanggar statuta dengan status tersangkanya Pak Joko kan?” ujar pemeran Samsul Bahri dalam sinetron Siti Nurbaya itu.

Ya, dalam statuta PSSI, status tersangka yang diberikan kepada Jokdri tidak harus membuatnya dilengserkan. Tidak berimbas apa pun dengan jabatannya sebagai Plt Ketum PSSI. Sebab, Jokdri juga belum ditetapkan sebagai terpidana. “KLB belum perlu sampai melihat proses hukum berjalan,” lanjutnya.

Anggota Exco PSSI lainnya, Yoyok Sukawi, berpendapat sama. ”Permintaan KLB juga harus atas persetujuan FIFA. Jadi, kalau bicara statuta, apa yang dialami Mas Joko ini nanti bisa digantikan Iwan (Budianto) kalau memang sudah ditetapkan proses hukumnya,” paparnya.

Berbeda dengan para anggota Exco PSSI yang menolak KLB, beberapa voter mulai mempertimbangkannya. ”Harus dilaksanakan, paling tidak setelah pemilihan presiden. Saat ini banyak yang mengajak KLB, tinggal bergerak saja,” ucap Manajer Madura FC Januar Herwanto.

Ketua Asprov PSSI DKI Uden Kusuma mengungkapkan, apa yang terjadi di PSSI sudah diprediksi. Karena itulah, dalam kongres tahunan PSSI pada 20 Januari di Bali, dia sempat menyuarakan KLB. ”Ini soal waktu. Agar PSSI tidak selalu terbawa kekacauan-kekacauan seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Persija Ferry Paulus menuturkan, meski Jokdri menguasai saham di Persija, dia menyebut penetapan tersebut tidak begitu bermasalah dengan tim. “Tidak masalah. Pak Joko kan hanya pemegang saham di PT JIH, tidak operasional,” ujarnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rid/raf/c17/ham)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jokdri Jadi Tersangka, PSSI Gelar Emergency Meeting