alexametrics

Jokdri Dijerat Pasal Berlapis, Bisa Tersandung Match Fixing

17 Februari 2019, 09:59:50 WIB

JawaPos.com – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, tak akan mudah bagi Joko Driyono (Jokdri) lolos dari jeratan hukum. Sebab, pasal yang dikenakan kepada pelaksana tugas ketua umum PSSI itu berlapis.

Satgas Antimafia Bola menyebut Jokdri telah melanggar empat pasal KUHP. Yaitu, pasal 363 yang terkait pencurian dan pemberatan serta pasal 232 tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Lalu, pasal 233 tentang perusakan barang bukti dan pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di pasal 232 dan 233.

Pasal berlapis itu dikenakan karena Jokdri jadi dalang perusakan dokumen yang dilakukan tiga tersangka sebelumnya: Musmuliadi dan Abdul Gofur, office boy Rasuna Office Park, serta Muhammad Mardani, sopir Jokdri. Ketiganya pun sudah mengaku melakukan perusakan dan penghilangan dokumen atas perintah mantan CEO PT Liga Indonesia itu.

“Tiga tersangka sebelumnya masuk tanpa izin, ambil laptop, dan merusak dokumen karena disuruh Joko Driyono serta membuka police line,” kata Kasatgas Antimafia Bola Brigjen Hendro Pandowo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Soal kenapa Jokdri tidak ditahan, Hendro hanya menerangkan bahwa pihaknya masih melakukan pencegahan terhadap tersangka. Tujuannya, Jokdri tidak bisa lari ke luar negeri. Dengan begitu, dia bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

Jokdri adalah sosok yang memiliki jejak panjang dalam persepakbolaan Indonesia. Berbagai jabatan penting pernah diduduki pria asal Ngawi, Jawa Timur, itu. Baik di PSSI maupun operator liga.

Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis malam (14/2), menyusul penggeledahan Satgas Antimafia Bola di apartemen miliknya di Jakarta. Dalam penggeledahan di apartemen yang sekaligus menjadi kantor Jokdri itu, sejumlah barang bukti didapat satgas. Barang bukti mengarah pada kasus yang dilaporkan Lasmi Indaryani, manajer klub Liga 3 Persibara Banjarnegara.

“Ada barang bukti seperti hand­phone, aliran dana, dan bukti digital,” jelasnya.

Di antaranya, bukti transaksi dalam angka Rp 500 juta dan Rp 300 juta. Bukti tersebut sangat terkait dengan kasus Lasmi. Alasan itulah yang membuat pihaknya akan memeriksa Jokdri lebih detail pada Senin (18/2) pukul 10.00 di Posko Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya.

”Kami juga sedang dalami apakah memang Jokdri juga terkait pengaturan skor atau hanya perusakan barang bukti. Nanti Senin kejelasannya, dia ditahan atau tidak,” tegasnya.

Di jumpa pers yang sama, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menambahkan, pihaknya sudah menganalisis beberapa barang bukti yang disita dari kantor Jokdri. Sejauh ini, dugaan kuatnya, barang bukti tersebut memiliki keterkaitan dengan kasus yang dilaporkan Lasmi. “Yang pasti, dokumen ini terkait Liga 3, Liga 2, dan bahkan Liga 1,” tuturnya.

Sementara itu, Boyamin Saiman, kuasa hukum Lasmi Indaryani, menuturkan bahwa yang menjadi pertanyaan besar adalah janji dari PSSI untuk bekerja sama dengan satgas. Dalam kenyataannya, sang pucuk pimpinan justru melakukan hal sebaliknya.

“Ini juga yang dipertanyakan Lasmi,” jelasnya.

Boyamin menambahkan, yang harus diungkap adalah apa yang ingin ditutupi Jokdri dengan menghilangkan barang bukti lewat tiga orang suruhannya. Dia menuturkan, bila merasa tidak bersalah, Jokdri tentu tidak perlu merusak barang bukti. “Kecurigaan timbul, ada apa di balik perusakan ini. Maka, diharapkan satgas untuk bisa menguak apa yang Jokdri coba tutupi,” paparnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rid/idr/c10/ttg)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Jokdri Dijerat Pasal Berlapis, Bisa Tersandung Match Fixing