alexametrics
Persela Lamongan

Tim Diliburkan sampai Semua Ada Kejelasan

16 Oktober 2020, 10:44:38 WIB

JawaPos.com – Persela Lamongan seharusnya sudah kembali berlatih pada 11 Oktober lalu. Tapi, sampai saat ini, skuad Laskar Joko Tingkir –julukan Persela– masih diliburkan.

PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan klub-klub bersepakat kompetisi berlanjut. Hanya, rencana menggulirkan kompetisi bisa saja gagal. Sebab, belum ada izin yang dikeluarkan pihak kepolisian.

Karena itu, manajemen Persela tidak mau mengambil risiko. ’’Tim masih diliburkan sampai ada kejelasan,’’ kata Asisten Manajer Persela Agus Hariono saat dihubungi Jawa Pos. Skuad Persela diliburkan sejak 3 Oktober lalu. Artinya, sudah hampir dua pekan skuad Laskar Joko Tingkir tidak berlatih.

Libur panjang direspons kapten Persela Eky Taufik. Menurut dia, libur panjang justru membuat pemain tidak nyaman. ’’Yang jelas ini jadi kerugian bagi pemain. Termasuk kerugian bagi tim pelatih juga,’’ tutur pemain 29 tahun itu.

Tidak ada latihan membuat pemain tidak memiliki aktivitas. Padahal, mereka harus rajin menjaga kondisi fisik.

Eky pun bingung dengan kepastian kompetisi ke depan. Apakah tetap lanjut atau malah kembali ditunda. Tidak pastinya kompetisi diyakini bakal berpengaruh ke latihan tim. ’’Persiapan pasti jadi berantakan. Karena kami belum tahu kapan kompetisi dimulai,’’ tambah pemain asal Sragen tersebut.

Karena itu, Eky berharap segera ada kepastian bergulirnya kompetisi. ’’Semoga ada kejelasan, tidak ditunda-tunda lagi,’’ tegas Eky. Saat ini, beberapa pemain Persela memang memilih pulang kampung. Termasuk Eky. Pemain kelahiran 15 Februari 1991 tersebut kini berada di Sragen. Meski meninggalkan Lamongan, Eky mengaku masih tetap berlatih secara mandiri.

’’Masih menjalankan program (latihan) dari pelatih,’’ terang Eky. Sebelumnya, Persela berlatih sejak September. Kemudian, mereka sempat menggelar beberapa laga uji coba. Kondisi fisik para penggawa Persela juga sudah membaik. Kini, selama libur, tim pelatih meminta pemain untuk tetap menjaga kondisi.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gus/c17/ali




Close Ads