alexametrics
Liga 1 2019

Polisi Sudah Tawari Naik Rantis, tapi Umuh Muchtar Menolak

16 September 2019, 16:30:04 WIB

JawaPos.com – Polres Kota Bogor sebetulnya sudah menawari Persib Bandung untuk naik rantis dalam perjalanan dari Stadion Pakansari menuju hotel. Sebab, situasi di dalam stadion pada laga Sabtu malam lalu (14/9) memang chaos. Kerusuhan bahkan meluas hingga luar stadion. Dampaknya, Supardi Natsir dkk sempat berjam-jam terkurung di ruang ganti stadion.

’’Kepolisian menawarkan naik Barracuda karena lama di dalam, saya bilang tidak lah,’’ kata Manajer Persib Umuh Muchtar. ’’Saya yakin tidak akan jadi masalah, tunggu saja sampai reda,’’ imbuhnya.

Persib Bandung

Penolakan itu justru menjadi malapetaka. Bus Persib menjadi sasaran pelemparan yang mengakibatkan Omid Nazari serta Febri Hariyadi terluka.’’Saya tidak menyalahkan kepolisian atas kejadian ini. Kepolisian sudah melakukan segala cara,’’ ucapnya. ’’Saya hanya menyayangkan panpel. Harusnya panpel lebih aktif,’’ lanjutnya.

Pria 71 tahun itu juga berharap pelemparan batu kepada pemain Persib tidak dibalas Bobotoh. Dia berharap tim mana pun yang nanti away ke Bandung tidak mendapatkan perlakuan yang sama seperti Persib. ’’Secara manusiawi kalau dipikir balas dendam tidak akan ada hasilnya. Pemain juga nanti korbannya. Biar saja jangan dibalas, biar malu mereka,’’ paparnya.

Namun, Persib tak akan tinggal diam. Mereka segera melaporkan peristiwa tersebut ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2019 dan PSSI. ’’LO-nya yang harus bertanggung jawab sampai ke tempat dalam keadaan utuh dan selamat,’’ ucap Umuh kepada Radar Bandung saat ditemui di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, kemarin.

Umuh menegaskan, oknum suporter tersebut merupakan orang yang tidak bermoral dan ingin selalu mengganggu sepak bola. ’’Kejadian itu di luar dugaan, tidak bermoral, dan tidak menghargai. Ini suatu penghinaan,’’ kata Umuh.

Sementara itu, pihak PS Tira Persikabo langsung meminta maaf atas kejadian yang menimpa Persib. Permintaan maaf disampaikan Direksi Tira Persikabo Rhendy Arindra. ’’Kami minta maaf karena kenyamanan para pemain Persib terganggu dan ada yang terluka,’’ ucap Rhendy.

Dia sempat kaget mendengar ada insiden pelemparan. Sebab, di luar stadion hingga Jalan Kandang Roda dan Jalan Pemda, Bobotoh dan Kabomania bisa berjalan beriringan dengan damai. ’’Kemungkinan besar ada oknum yang bukan suporter. Mengingat wilayah kejadian yang jauh dari stadion dan di luar area panpel,’’ terangnya.

Namun, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi. Baik internal maupun dengan pihak keamanan setempat. ’’Kami juga berharap pihak kepolisian bisa mengusut kejadian tersebut secara tuntas,’’ ucapnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads