alexametrics
Liga 1 2019

Omid Tidak Trauma Pelemparan Batu, tapi Terancam Absen Bela Persib

16 September 2019, 16:00:08 WIB

JawaPos.com – Omid Nazari tak pernah menyangka perjalanannya menuju hotel bersama Persib Bandung berbuah petaka. Bus yang membawa rombongan Persib dari Stadion Pakansari, Bogor, setelah melawan Tira Persikabo Sabtu malam lalu (14/9) diserang oknum suporter.

Serangan mendadak itu mengakibatkan suasana di dalam bus terasa mencekam. Dentuman keras di dengarnya dari sisi kanan depan. Pecahan kaca menempel di baju dan celananya. Namun, beberapa saat kemudian dia merasakan cucuran darah di dahi kiri, tepat di atas alis.

Persib Bandung

Omid awalnya tak merasakan sakit. Namun, ketika rekan-rekannya melihat lukanya dan berteriak, barulah Omid merasakan sakit. Dia pun hanya bisa meringis menahan sakit ketika dokter tim Persib Raffi Ghani mencoba menghentikan pendarahan dengan menggunakan kain. Dahinya ditekan agar darah tidak mengucur lagi. ’’Saya tidak siap saat itu, tiba-tiba batu datang dari jendela. Beruntung, batu dan pecahannya tidak terkena mataku,’’ ucapnya sambil menahan sakit ketika ditemui Jawa Pos setelah menjalani pengobatan di rumah sakit.

Kalau melihat posisi tempat duduknya di bus, gelandang 28 tahun itu sebetulnya aman. Dia duduk lima baris di belakang sopir. Hanya, dia mengambil sisi paling kanan, dekat dengan jendela. ’’I just feel shit,’’ maki pemilik lima caps di timnas Iran itu.

Selain Omid, satu lagi pemain Persib yang terluka dalam kejadian itu. Yakni, Febri Hariyadi yang duduk tepat di depan Omid. Beruntung, pemain yang identik dengan nomor punggung 13 itu hanya terkena serpihan kaca. ’’Ya tadi ada darahnya, tidak parah. Hanya serpihan. Sekarang sudah tidak apa-apa,’’ kata Febri.

Omid melanjutkan, dirinya belum pernah mengalami peristiwa bus pemain dilempar batu. Apesnya, saat merasakan pengalaman pertama bus dilempar batu, dia justru menjadi korban. ’’Ya karena ini tidak normal. Hal-hal seperti ini seharusnya tidak terjadi di sepak bola. Semua harus tahu itu,’’ papar Omid.

Mantan pemain Ceres-Negros itu masih sulit percaya terjadi tindakan anarkistis di Indonesia. Padahal, dia melihat sepak bola Indonesia selama ini sangat baik. Suporternya fanatik dan kreatif. Tim-tim yang berkompetisi juga baik. ’’Kami juga sudah berjuang di lapangan, membuat penonton menikmati pertandingan. Tapi, kenapa ini yang kami dapat? Kekerasan itu seharusnya tidak ada dalam kamus sepak bola,’’ ucap pemain yang baru bergabung di putaran kedua itu.

Meski demikian, Omid tak merasa trauma. ’’Saya hanya takut. Trauma tidak ada karena saya yakin hal ini tidak mungkin terjadi di sepak bola,’’ lanjutnya.

Omid hanya berharap agar luka yang dialaminya tidak parah. Namun, dia tidak bisa menjamin apakah bisa bermain saat melawan Semen Padang (18/9). ’’Saya harus merasakan luka ini dulu sepanjang hari ini. Tentu saya berharap tidak ada masalah dan bisa main lagi secepatnya,’’ tuturnya.

Raffi Ghani juga belum bisa memberikan jaminan bahwa Omid bisa diturunkan melawan Semen Padang. Dia masih harus berkonsultasi dengan pelatih Robert Rene Alberts. ’’Ada satu tindakan robek, terus dijahit. Karena itu, beberapa hari tidak boleh kena air di lukanya,’’ jelas Raffi. ’’Otomatis tidak bisa ikut latihan dulu. Kalau tidak latihan, staminanya bagus atau tidak harus dibicarakan dulu,’’ paparnya.

Raffi menambahkan, pendarahan yang dialami Omid cukup banyak saat terkena lemparan batu. ’’Dia (Omid, Red) menerima sembilan jahitan. Untuk Febri tidak ada masalah. Pemain lain juga aman,’’ lanjutnya.

Kronologi Pelemparan Bus Persib Bandung
22.15: Bus Persib keluar dari Stadion Pakansari, Bogor, dengan pengawalan rantis di bagian depan, mobil patroli di belakang, dan beberapa kendaraan roda dua polisi di sisi kiri.
 
22.30: Bus Persib dengan kawalan sudah berhasil melewati perempatan Kandang Roda, lokasi chaos antarsuporter terjadi.
 
22.35: Ketika bus Persib berada di sisi kanan jalan alternatif Sentul, beberapa orang berdiri di pembatas jalan. Mereka melakukan pelemparan ke jendela kanan bus. Batu sekepal tangan orang dewasa masuk menembus kaca bus mengenai dahi kiri Omid dan pecahannya mengenai Febri.
 
22.45: Bus Persib sampai di hotel kawasan Sentul. Omid langsung dibawa dengan minibus ke rumah sakit terdekat.
 
23.05: Omid dan dokter tim Persib kembali ke hotel.
 
23.15: Persib berangkat ke Bandung meninggalkan Bogor dengan bus pengganti dan dikawal polisi.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads