alexametrics
Liga 1 2019

Terancam Sanksi, PSS Sleman Hanya Bisa Pasrah

16 Mei 2019, 11:50:51 WIB

JawaPos.com – Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantara, hanya bisa pasrah andai klubnya dihukum usai terjadi ricuh di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5) malam WIB. Pastinya dia ingin kejadian itu tak lagi terulang kembali, khususnya di Maguwoharjo.

Kericuhan pecah di Maguwoharjo yang melibatkan oknum suporter PSS dan Arema FC. Entah siapa yang memulai, dari sebelum pertandingan gesekan memang sudah terlihat.

Puncaknya terjadi usia Sylvano Comvalius mencetak gol pada menit 29. Laga akhirnya dihentikan wasit pada menit 30 karena kondisi tribune penonton yang memanas. Setelah sekitar 40 menit berhenti, pertandingan dilanjutkan kembali. PSS menang dengan skor 3-1.

PSS jelas bisa terancam sanksi tegas dari Komdis PSSI. Seto tak bisa berbuat banyak andai hukuman benar-benar dijatuhkan untuk Super Elja – julukan PSS.

“Andai ada sanksi dari PSSI misalnya tanpa penonton, itu pastinya akan mengganggu tim juga. Artinya pemain bisa tampil luar biasa karena dukungan suporter,” ungkap Seto usai laga di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5) WIB.

PSS jelas akan mengalami kerugian andai tampil dalam laga kandang tanpa suporter setia. Apalagi, ini pertama kali bagi PSS tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia semenjak berganti nama menjadi Liga 1.

“Andai benar-benar ada sanksi, harapan saya suporter tetap memberikan dukungan. Tidak bisa datang ke stadion tapi dengan doa. Mudah-mudahan ini yang terakhir kericuhan di sepak bola Indonesia,” tutup Seto.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Indra Eka Setiawan