alexametrics
Liga 1 2019

Pihak Kepolisian Amankan Terduga Provokator Kericuhan di Maguwoharjo

16 Mei 2019, 13:04:22 WIB

JawaPos.com – Kapolda Daerah Istimewa Jogjakarta, Brigjen Pol Ahmad Dofiri, mengaku pihaknya telah mengamankan sejumlah terduga provokator dalam kericuhan oknum suporter di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5) malam WIB. Namun, dia belum bisa menyebutkan jumlahnya karena masih dalam penyelidikan.

Sebelum laga pembuka Liga 1 2019 itu dimulai, oknum suporter PSS dan Arema FC memang terlibat gesekan. Awalnya terjadi di tribune barat yang ditempati Brigata Curva Sud (BCS) saling ejek dengan Aremania di tribune selatan.

Pantauan JawaPos.com, kericuhan sebelum laga dimulai telah muncul empat kali. Kericuhan merembet ke tribune timur. Puncaknya kala Arema FC mencetak gol melalui Sylvano Comvalius pada menit ke-29. Tribune penonton makin memanas. Laga akhirnya dihentikan wasit pada menit ke-30. Laga kemudian dilanjutkan kembali setelah terhenti hampir 40 menit.

“(Yang diamankan) ada. Kami tarik dari kerumunan penonton. Untuk penyelidikan tuduhan provokator ada videonya. Itu akan kami dalami. Karena sesungguhnya dari awal kondisi sudah bagus, sudah ada persahabatan,” ungkap Ahmad Dofiri usai laga di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5) malam.

Mudah-mudahan, lanjut Ahmad, dampak rusuh tersebut tak meluas. Kepolisian sejatinya sangat mendukung hajatan sepak bola Indonesia apalagi sekelas Liga 1.

“Polisi supaya tidak sedikit-sedikit tidak mengizinkan. Ya, kami lihat nanti. Kalau pertandingan tanpa penonton juga kurang enak. Bagaimana hidupnya sepak bola kan karena ada suporter,” imbuh kapolda.

“Tapi, kami mengantisipasinya. Bukan melihat besar kecilnya massa. Kami lihat historinya. Dulu katanya 2016 BCS dengan Aremania sempat konflik. Tentunya ada provokasi,” tutup Ahmad.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Indra Eka Setiawan