alexametrics

Tetapkan Jokdri Jadi Tersangka, Satgas Kesulitan Jerat Hidayat

16 Februari 2019, 10:05:50 WIB

JawaPos.com – Kasus upaya pengaturan skor yang digelindingkan manajer Madura FC, Januar Herwanto, berbeda nasib dengan kasus yang menimpa Persiba Banjarnegara. Eks Exco PSSI, Hidayat hingga saat ini masih belum mengalami perubahan status. Padahal, untuk kasus Persibara, Satgas sudah menetapkan 11 tersangka dan segera jalani persidangan.

Manajer Madura FC, Januar Herwanto, memang menjadi whistleblower pertama yang menggelindingkan skandal pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Namun, perjalanan kasusnya lebih sulit ketimbang laporan mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, yang saat ini berkasnya sudah dikirim ke Kejaksaan.

Berbeda dengan kasus Persibara yang telah menetapkan 11 tersangka, untuk kasus PSS versus Madura FC, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Mantan Exco PSSI Hidayat yang dilaporkan berupaya menyuap Januar untuk mengatur hasil pertandingan masih belum ada perubahan status.

Tampaknya Satgas Antimafia Bola lebih berhati-hati. Sebab, untuk menetapkan sebagai tersangka, mereka butuh dua alat bukti. Dalam sepekan terakhir, satgas telah memeriksa saksi-saksi dari Madura FC dan PSS Sleman. Juga, Kamis malam (14/2) pemeriksaan dilakukan kepada Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan Tisha untuk mencari barang bukti baru kasus dugaan suap dalam pertandingan PSS melawan Madura FC di Liga 2 musim lalu. “Ya, dalam bentuk penguatan konstruksi hukum dalam suatu peristiwa pidana,” katanya.

Terkait kasus PSS versus Madura FC, pada 12 Februari, satgas memeriksa mantan pelatih Salahuddin serta tiga pemain musim lalu, yakni Imam Mahmudi, Usman Pribadi, dan Choirul Rifan. Keesokan harinya, giliran mantan manajer PSS Sismantoro dan pelatih PSS Seto Nurdiyantara.

Pada hari yang sama, Hidayat juga diperiksa. Bahkan, dia diperiksa paling lama. Tampaknya, pemeriksaan terhadap Hidayat juga terkait beberapa barang bukti yang diamankan dari rumahnya di Surabaya yang digeledah pada 23 Januari lalu.

Untuk Tisha, ini bukan kali pertama dipanggil satgas untuk diperiksa. Ini panggilan ketiga untuk alumnus ITB itu. Yang pertama, pada 4 Januari lalu dan yang kedua adalah pada 17 Januari. Dalam dua pemeriksaan sebelumnya, dia hanya dimintai keterangan fungsi sekjen dan struktural PSSI. Baru kali ini lebih detail mengenai sebuah kasus.

Setelah memeriksa para saksi tersebut, satgas saat ini melakukan gelar perkara. Artinya, mencoba merangkai bukti demi bukti untuk menemukan runtutan peristiwa pidana yang sedang diselidiki. “Kalau masih belum menemukan dua alat bukti, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penggeledahan lagi nantinya,” terangnya.

Dedi menjelaskan, penggeledahan tidak hanya di rumah Hidayat. Bisa jadi di beberapa lokasi lain yang disinyalir ada barang bukti, satgas akan melakukan penggeledahan. “Kalau sudah ada dua alat bukti bisa kami tetapkan tersangka, beberapa dokumen sudah kami mintakan baik ke Sekjen PSSI, PSS, ataupun Madura FC,” jelasnya.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono mengungkapkan, saat ini pihaknya masih belum menetapkan status tersangka dalam kasus dugaan suap pertandingan PSS melawan Madura FC. ’’Kami sedang usahakan, tidak boleh gegabah. Masih perlu pendalaman lagi,’’ paparnya.

Meskipun Hidayat sudah mendapat sanksi Komisi Disiplin PSSI pun, menurut Argo hal tersebut beda dengan hukum positif kepolisian. Wilayah Komdis PSSI hanya masalah pertandingan. Artinya, sanksi itu turun karena Hidayat sebagai anggota Exco PSSI melakukan kesalahan dengan menawarkan sejumlah uang kepada manajer Madura FC Januar Herwanto.

Kemarin, Satgas akhirnya menetapkan satu tersangka baru dalam skandal pengaturan skor. Dia adalah plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Penetapan tersangkan kepada Jokdri-panggilan akrabnya-dilakukan kepolisian setelah mendapatkan cukup barang bukti.

Nah, hal ini berbeda dengan Hidayat. Satgas belum cukup memiliki bukti kuat. Sehingga perlu dilakukan pendalaman lagi. 

Editor : Agus Dwi W

Reporter : (rid/idr/ham)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tetapkan Jokdri Jadi Tersangka, Satgas Kesulitan Jerat Hidayat