alexametrics
Liga 1 2019

Baru Pulih, Berat Badan Turun, Miswar Jadi Pahlawan Persebaya

15 November 2019, 07:00:46 WIB

JawaPos.com – Jantung pendukung, manajemen, pemain, dan seluruh ofisial tim Persebaya Surabaya berdegup kencang ketika waktu normal pertandingan tinggal semenit. Wasit Nusur Fadilah menunjuk titik putih setelah Ferdinand Sinaga dijatuhkan Andri Muliadi di kotak terlarang. Penalti! Bayang-bayang kembali gagal meraih kemenangan berada di pelupuk mata.

Gelandang bertahan PSM Makassar asal Belanda, Marc Klok, dengan percaya diri maju sebagai algojo. Apabila bola masuk gawang, puasa kemenangan Green Force –julukan Persebaya– makin panjang. Menjadi delapan laga. Namun, mimpi buruk itu tidak terjadi. Eksekusi penalti Klok mampu ditepis Miswar Saputra. Sontak, semua bersorak. Ruben Sanadi dkk mengerubuti Miswar. Berterima kasih. David da Silva menepuk-nepuk kepala kiper 23 tahun tersebut. Keunggulan 3-2 pun bisa dipertahankan hingga pertandingan usai.

Persebaya Surabaya

Ya, Miswar adalah aktor penting keberhasilan Persebaya mengakhiri periode buruk dalam delapan pekan terakhir. Performa penjaga gawang asal Aceh tersebut di Stadion Batakan, Balikpapan, kemarin memang oke. Total, dia melakukan lima save. Catatan itu cukup mengejutkan. Sebab, Miswar baru saja sembuh dari demam. Dia juga melewatkan latihan rutin selama lima hari. Bahkan, pelatih Persebaya Aji Santoso mengungkapkan bahwa berat badan Miswar agak sedikit turun.

Lantas, apa yang membuat Aji yakin tetap memasang Miswar? Padahal, Imam Arief tengah berada dalam kondisi terbaik. Dia menjadi pahlawan di laga kontra Tira Persikabo (9/11). ’’Saya komunikasi dengan pelatih kiper. Siapa kira-kira yang dimainkan? Tapi, saya lihat, di latihan sebelum laga, dia (Miswar, Red) cukup bagus,’’ terang Aji.

Bek M. Syaifuddin sangat senang dengan performa Miswar. Dia mengakui bahwa Miswar adalah pahlawan Green Force dalam pertandingan melawan PSM kemarin. ’’Saya berterima kasih buat Miswar yang sudah menggagalkan penalti. Tentu juga kepada teman-teman lain yang sudah berjuang keras,’’ kata Syaifuddin.

Kemenangan atas PSM layak disambut sukacita. Maklum, Green Force kali terakhir meraih tiga angka ketika bersua PSIS Semarang pada 20 September lalu. Di laga itu, Persebaya menang dengan skor 4-0. Karena itu, Aji Santoso benar-benar bersyukur. Apalagi, kemenangan diraih dengan tidak mudah.

Persebaya sempat unggul 3-1 melalui brace David da Silva (26’, 51’) dan penalti Diogo Campos (69’). Namun, PSM mengejar ketertinggalan setelah Amido Balde mencetak gol pada menit ke-80. Beruntung, eksekusi Marc Klok ditepis Miswar Saputra satu menit sebelum waktu normal berakhir. Aji pun memuji habis-habisan anak asuhnya. ’’Padahal, kami bermain dengan kondisi darurat. Hansamu, Dutra, dan Osvaldo absen. Saya beri kepercayaan kepada pemain lain yang dijawab baik dengan tiga angka,’’ ujar mantan pelatih Persela Lamongan tersebut.

Kemenangan itu juga menjadi yang perdana bagi Aji. Sebelumnya, dia hanya membawa Persebaya bermain imbang 2-2 kontra Tira Persikabo (9/11). ’’Empat poin dari dua laga cukup bagus. Ini akan berdampak ke mental pemain agar bisa kembali naik,’’ jelas pelatih 49 tahun tersebut.

Namun, Aji sedikit kecewa. Sebab, timnya masih kebobolan dua gol. Menurut dia, ada beberapa kesalahan yang harus dibenahi. ’’Gol pertama, seharusnya ada respons cepat di kotak penalti. Untuk gol kedua, sedikit susah antisipasi Balde kalau situasi set piece. Padahal, saya sudah wanti-wanti,’’ jelas mantan pelatih Arema FC tersebut.

PSM Makassar

Di sisi lain, kekalahan itu memperpanjang rekor buruk PSM di laga tandang. Tim berjuluk Juku Eja tersebut tidak pernah menang dalam 13 laga tandang. Mereka menelan 10 kekalahan dan tiga hasil imbang. PSM juga kebobolan 26 gol dan mencetak 10 gol saja. ’’Berarti, ada kesalahan terstruktur yang terjadi. Saya tidak tahu apa itu. Yang jelas, kami tidak cukup bagus untuk memenangi laga tandang,’’ kata pelatih PSM Darije Kalezic.

Padahal, pelatih asal Swiss itu menilai timnya bermain oke. Terutama di babak pertama. ’’Kami mampu menguasai pertandingan. Punya dua peluang melalui Rizky Pellu dan Ferdinand (Sinaga). Tapi, tidak terjadi gol,’’ ungkapnya.

Dia malah menyoroti kinerja lini belakangnya yang buruk. Sebab, gol pertama Persebaya terjadi melalui tendangan shot on goal perdana ke gawang Rivky Mokodompit. Kalezic pun mengeluhkan pemain belakangnya yang tidak tampil full team. Dalam laga kemarin, Asnawi Bahar, Abdul Rahman, Firza Andika, dan Hasim Kipuw absen. ’’Itu berpengaruh ke performa kami. Sebab, kami tidak bisa memainkan pemain yang seharusnya bermain sebagai starter seperti Abdul Rahman atau Asnawi,’’ tegas Kalezic.

Kegagalan penalti di ujung laga disesali betul oleh Kalezic. Menurut dia, Marc Klok sudah melakukan yang terbaik. Hanya, keberuntungan belum berpihak kepada timnya. ’’Seharusnya kami bisa cetak gol lewat penalti. Sayangnya gagal. Padahal, kalau melihat secara permainan, kami layak mendapat hasil imbang,’’ tandasnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads