alexametrics

Polri Fokus Pilkada Serentak, Tak Berikan Izin untuk Sepak Bola

15 Oktober 2020, 08:12:05 WIB

JawaPos.com – Setelah lahirnya kesepakatan dalam club meeting (13/10) untuk melanjutkan kompetisi, PT LIB langsung mendapat pekerjaan rumah yang menumpuk.

Selain harus tetap memastikan izin keramaian dari Polri bisa turun serta persiapan protokol kesehatan bagi seluruh klub peserta, salah satu yang terpenting adalah harus membereskan jadwal pertandingan.

Ya, jadwal Liga 1 musim 2020 pastinya akan berubah. LIB harus kembali menyusun jadwal sedemikian rupa agar kompetisi bisa berakhir akhir Maret tahun depan.

Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita menyatakan, saat ini persiapan sudah digeber. Timnya mulai menyusun segala perincian mengenai jadwal. Dalam waktu dekat, jadwal harus dikirimkan ke klub sebagai persiapan melanjutkan kompetisi. ’’Segala sesuatunya akan disiapkan dengan matang,’’ tuturnya.

Berkaitan dengan jadwal, LIB memang harus mengubah jadwal yang sudah dibagikan kepada klub. Sebab, ada beberapa klub yang baru saja memastikan home base. Sebut saja Persipura Jayapura yang akhirnya memakai Stadion Surajaya, Lamongan.

Ada pula Bhayangkara FC yang mungkin kembali berkandang di Stadion PTIK, Jakarta. Hal itu tidak terlepas dari dicabutnya status PSBB DKI Jakarta. Kelonggaran tersebut membuat The Guardian tidak perlu mengungsi ke Stadion Kelapa Dua di Tangerang lagi.

Masalahnya, selain dipusingkan dengan pembuatan jadwal, LIB harus kembali menanggung beban berat setelah Polri secara tegas menyatakan tidak akan memberikan izin keramaian. Artinya, walau sudah ada kesepakatan tertulis seluruh klub Liga 1 akan melanjutkan kompetisi, Polri tetap tidak akan mengeluarkan izin untuk Liga 1.

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan hal tersebut ke awak media. Dia menyatakan bahwa sikap Polri tidak akan berubah. Tidak akan memberikan izin keramaian selama pandemi korona masih tinggi seperti sekarang.

Selain itu, Polri masih fokus mengamankan pilkada serentak yang akan digelar akhir tahun ini.

Nah, menanggapi hal tersebut, Lukita mengaku masih terus mencoba berkomunikasi dengan Polri. Saat ini, LIB masih menunggu, karena wewenang untuk berkomunikasi secara intens tidak ada di tangannya.

’’Tentunya PSSI yang melakukan komunikasi. Kami di LIB hanya menunggu saja. Kalau dari pertemuan, PSSI ingin semaksimal mungkin bisa mendapatkan izin dari kepolisian,’’ ujarnya.

Mengenai pernyataan Argo, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi angkat bicara. Dia mengaku hanya bisa mengamini apa yang sudah disepakati dalam club meeting kemarin. ’’Mohon segera ada kepastian saja agar ini semua jelas,’’ ucap pria yang juga anggota Exco PSSI itu.

Menurut dia, PSIS memilih menunggu perkembangan. Terkait adanya dua opsi yang keluar dalam club meeting. yakni kompetisi akan dimainkan pada 1 Desember atau 1 Januari plus kemungkinan perubahan format, Mahesa Jenar memilih diam dan menunggu. Termasuk izin keramaian dari kepolisian. ’’Kami menunggu saja perkembangan lebih lanjut seperti apa,’’ ucapnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : rid/c17/ali




Close Ads