alexametrics
Kualifikasi Piala Dunia 2022

Indonesia vs Vietnam: Jangan Bikin Publik Makin Pesimistis

15 Oktober 2019, 15:33:07 WIB

JawaPos.com – Raut wajah Simon McMenemy mendadak berubah. Arsitek timnas Indonesia itu tampak seperti menahan amarah ketika mendengar satu pertanyaan dalam sesi jumpa pers kemarin. Yakni, soal banyaknya kritik dan tekanan atas hasil buruk timnas di tiga laga kualifikasi Piala Dunia 2020. Dalam tiga pertandingan, timnas mencatat hat-trick kalah. Itulah yang memunculkan keraguan publik menjelang laga timnas menjamu Vietnam di Stadion Kapten I Wayan Dipta nanti malam.

’’Saya berada dalam tekanan? Ya, saya sudah merasakan itu ketika setuju jadi pelatih timnas,’’ ujar McMenemy. ’’Ketika mewakili 250 juta harapan masyarakat sepak bola negeri ini untuk memberikan prestasi, tidak mungkin saya tidak berada dalam tekanan,’’ tegasnya. ’’Lawan Vietnam tentu tidak mudah, tapi saya merasa besok (nanti malam, Red) adalah waktunya pembuktian untuk tim,’’ lanjutnya.

Pelatih asal Skotlandia itu membeberkan alasan jebloknya performa skuad Garuda. Lagi-lagi, dia menyoroti soal kebugaran. Dia merasa sendirian ketika anak asuhnya kelelahan membela timnas gara-gara Liga 1 masih berjalan. ’’Penjadwalan liga di Indonesia adalah masalah. Itu seharusnya diselesaikan bersama. Saya bingung menjawab bagaimana solusinya. Itu seharusnya jadi tantangan bersama,’’ katanya.

McMenemy menjelaskan, dirinya sudah memberikan semua opsi untuk mengatasi kondisi fisik pemain. Salah satunya melakukan banyak rotasi pemain di setiap pertandingan. ’’Saya tidak bisa paksa pemain untuk terus berlari. Kalau ada yang lebih segar di bench, saya akan memakainya. Masuk timnas itu standarnya lebih tinggi, tidak boleh dalam keadaan lelah ketika bergabung,’’ terang mantan pelatih Bhayangkara FC itu.

McMenemy menyadari, banyak yang pesimistis terhadap laga malam nanti. Apalagi, Vietnam adalah tim yang memiliki peringkat FIFA terbaik di kawasan Asia Tenggara. Per September lalu, Vietnam nangkring di peringkat ke-84. Bandingkan dengan Indonesia yang masih terseok-seok di urutan ke-167. Ketika timnas dibantai Uni Emirat Arab lima gol tanpa balas, Vietnam justru sukses mempermalukan Malaysia di Hanoi dengan skor tipis 1-0.

Namun, McMenemy punya alasan untuk optimistis. Yakni, soal pemilihan venue laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Menurut dia, stadion yang menjadi kandang Bali United itu memberikan banyak keberuntungan buat McMenemy. Ketika masih menangani Bhayangkara FC, McMenemy menang setiap melawat ke Stadion I Wayan Dipta.

’’Saya memang tidak pernah kalah di sini (Stadion Kapten I Wayan Dipta). Keberuntungan itu dalam dua musim ada di saya,’’ lanjut McMenemy bangga. ’’Tapi, saya tetap tidak mau bergantung pada itu,’’ tegasnya. Artinya, dia ingin kemenangan diraih anak asuhnya melalui perjuangan di lapangan.

McMenemy juga menyinggung pengalamannya ketika masih menjadi pelatih timnas Filipina. Pada Piala AFF 2010, skuad asuhannya bisa menaklukkan Vietnam dengan skor 2-0. Hebatnya, kemenangan tersebut diraih di depan pendukung Vietnam. McMenemy juga paham kultur sepak bola Vietnam. Dia pernah berkarir di sana semusim ketika membesut tim Dong Tam Long An FC pada 2011. ’’Sekarang tentu banyak berubah. Pada 2010 di Piala AFF mainnya mudah ditebak. Tapi, sekarang dalam 3–4 tahun terakhir semuanya berubah,’’ ucapnya.

Lalu, apakah ada perubahan komposisi di skuadnya? Pertanyaan itu muncul seiring dengan tuntasnya naturalisasi Otavio Dutra. Meski bek Persebaya Surabaya itu baru bergabung, McMenemy memberikan sinyal untuk memainkannya. McMenemy menyatakan, Dutra tidak perlu lagi beradaptasi karena pernah dipanggil untuk ikut training camp pertama sebelum melawan Malaysia (5/9) dan Thailand (10/9). ’’Banyak yang bertanya kenapa saya panggil Dutra meski belum jelas WNI-nya. Saya bisa menjawabnya sekarang. Dia saya panggil agar memahami strategi saya lebih dulu bersama Indonesia. Ketika saya butuh dan proses WNI-nya selesai, dia tidak perlu adaptasi lagi. Sekarang saatnya,’’ papar McMenemy.

Sementara itu, pelatih Vietnam Park Hang-Seo melihat Indonesia tetaplah tim yang kuat. Dia sangat mewaspadai seluruh pemain, terutama pemain naturalisasi. ’’Apalagi, saya dengar mereka mendapat tambahan satu lagi pemain naturalisasi asal Brasil,’’ ucap Park.

Park sangat mewaspadai Irfan Bachdim, Alberto Goncalves, dan Stefano Lilipaly. Bagi dia, tiga pemain itu bisa menjadi motor serangan yang berbahaya bagi Indonesia. ’’Indonesia juga ingin menang besok (nanti malam, Red). Mereka juga percaya diri. Saya katakan kami siap untuk itu dan ingin mendapatkan hasil yang baik,’’ ungkapnya.

Perkiraan Pemain
 
Indonesia (4-3-3): 22-Andritany Ardhiyasa (g); 11-Gavin Kwan, 5-Otavio Dutra, 23-Hansamu Yama, 15-Ricky Fajrin; 6-Evan Dimas, 10-Stefano Lilipaly, 13-Manahati Lestusen; 21-Andik Vermansah, 9-Alberto Goncalves, 25-Riko Simanjuntak
Pelatih: Simon McMenemy

Vietnam (4-2-3-1): 23-Dang Van Lam (g); 5-Doan Van Hau, 3-Que Ngoc Hai (k), 2-Do Duy Manh, 8-Nguyen Trong Hoang; 16-Do Hung Dung, 14-Nguyen Tuan Anh; 19-Nguyen Quang Hai, 10-Nguyen Chong Puong, 4-Bui Tien Dung; 9-Nguyen Van Toan
Pelatih: Park Hang-Seo
 
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali
Live: TVRI pukul 18.30 WIB

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads