alexametrics
Liga 2 2018

Aceh United Akan Jaga Harapan dan Kesakralan Stadion Cot Gapu

15 Oktober 2018, 12:30:05 WIB

JawaPos.com – Menjelang laga terakhir di penyisihan Liga 2 2018, Senin (15/10) sore ini, Aceh United mengusung dua misi penting. Pertama, Aceh United harus menang atas Persibat Batang. Kedua, menjaga kesakralan Stadion Cot Gapu yang belum ternoda oleh kekalahan.

Poin penuh menjadi target utama Aceh United saat menjamu Persibat Batang. Karena kemenangan akan menjaga asa untuk lolos ke babak 8 besar. Meski kepastian mereka ikut ditentukan oleh laga yang melibatkan Persita Tangerang.

Selain itu, Aceh United juga ingin menjaga tuah sempurna Stadion Cot Gapu. Sejak berpindah home base dari Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh ke Stadion Cot Gapu Bireuen, Aceh United tidak sekalipun seri, apalagi kalah. Sebanyak tiga pertandingan sudah dijalani di stadion yang pernah jadi kandang PSSB Bireuun pada masanya. Total tujuh gol sudah disarangkan Aceh United dan hanya kebobolan satu gol saja sepanjang bermarkas di Bireun.

Stadion Cot Gapu seakan memiliki tuah tersendiri bagi Aceh United. Untuk itu, di laga pamungkas nanti, tim berjuluk Laskar Iskandar Muda ini ingin mengakhiri kompetisi dengan kesempurnaan Stadion Cot Gapu. Sekaligus menjaga asa lolos ke babak 8 besar.

Hanya saja, untuk lolos ke babak 8 besar masih bergantung pada hasil Persita. Aceh United lolos apabila Persita kalah atau seri. Andaipun harapan itu tidak terwujud, setidaknya Aceh United bisa menutup kompetisi dengan terhormat.

“Kita harus menang karena masih ada peluang lolos babak delapan besar atau minimal menutup Liga 2 dengan hormat di peringkat ke lima,” ujar Pelatih Kepala Aceh United, Simon Elissetche kepada Rakyat Aceh (Jawa Pos Grup), Minggu (14/10).

Dikatakan Simon, setelah kalah 1-6 dari saudara tuanya Persiraja dalam ‘Derby Aceh Jilid II’, Aceh United telah melakukan persiapan panjang dari Banda Aceh hingga ke Bireuen. Segala hal telah dievaluasi dan diperbaiki. Sayangnya, saat menghadapi Persibat, penjaga gawang utama diragukan bisa tampil.

“Rahmanuddin masih dievaluasi karena setelah cedera lawan Persiraja. Dia ikut beberapa latihan, tapi kemarin itu dia masih merasakan sakit dan tidak bisa ikut di dua latihan terakhir,” terang Simon.

Sebaliknya, tim tamu Persibat hanya memboyong 14 pemain dalam lawatannya ke Bireuen. Bertengger di peringkat ke-9 klasemen sudah lebih dari cukup bagi Persibat untuk aman di Liga 2. Sialnya, di laga nanti Persibat harus kehilangan striker andalannya, Hapidin. Mantan pemain Persiraja di putaran pertama tersebut absen lantaran cedera di bagian kepala di laga terakhir.

Persibat yang sudah aman, diprediksi tampil tanpa beban. Mengingat, apapun hasil yang mereka dapatkan tidak berpengaruh lagi. Kondisi inilah yang turut diwaspadai Aceh United.

“Persibat datang ke sini untuk main tanpa beban. Mereka sudah aman dari degradasi, jadi mereka tidak punya tekanan psikologis. Kami tetap waspada dan kami komitmen untuk menjaga tren positif menang terus di kandang, Bireuen. Kami masih harus main di Piala Indonesia nanti dan butuh suporter di sini untuk tetap didukung, kalau lolos fase berikutnya,” pungkas Simon.

Editor : Agus Dwi W

Reporter : (mag-81/mai)

Aceh United Akan Jaga Harapan dan Kesakralan Stadion Cot Gapu