alexametrics
Liga 1 2017 1

Tak Ada Firasat Tentang Kepergian Choirul Huda

15 Oktober 2017, 19:57:13 WIB

JawaPos.com – Pelatih Persela Lamongan U-19 Didik Ludiyanto dikenal sangat dekat dengan kiper Persela Choirul Huda. Tak heran bila Didik sangat terpukul dengan kepergian adik, rekan, sekaligus tetangganya tersebut.

Didik terakhir kali bertemu Huda pada Sabtu (7/10) sebelum berangkat ke Jakarta. “Sabtu pekan lalu masih sama saya. Kami ngobrol berdua sebelum saya ke Jakarta. Itu terakhir kali saya bertemu dengannya,” aku Didik kepada JawaPos.com Minggu malam.

Didik mengaku kaget begitu mendengar kabar dari istrinya bahwa Huda meninggal Minggu petang selepas memperkuat Persela dalam pertandingan lawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan. Ia merasa tak memiliki firasat apapun saat terakhir kali berjumpa Huda, pekan lalu.

“Biasanya kalau 40 hari sebelum meninggal selalu ada tanda-tanda. Tapi ini tidak ada sama sekali. Waktu terakhir bertemu pun kami ngobrol biasa. Normal, tidak ada tanda apapun,” aku pria yang pernah menjadi caretaker Persela ini.

Menurut Didik, Huda bukan hanya partner di lapangan dan tetangga di lingkungan rumahnya, tapi sudah seperti keluarga. “Bapaknya Huda adalah saudara kandung mertua saya. Kami sudah saling kenal sejak Persela masih di Divisi 2, sekitar tahun 2000,” tutup Didik.

Editor : admin

Reporter : (saf/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Tak Ada Firasat Tentang Kepergian Choirul Huda