alexametrics
Liga 1 2017

Choirul Huda Panutan di Tim Persela

15 Oktober 2017, 21:14:52 WIB

JawaPos.com – Sebagai salah satu pesepak bola senior di tim Persela Lamongan, mendiang Choirul Huda adalah pengayom bagi pemain muda. Bukan hanya itu, Huda juga bertugas sebagai jembatan komunikasi antara manajemen dan pelatih dengan para penggawa Laskar Joko Tingkir -julukan Persela.

Huda tutup usia Minggu (15/10) sore sekitar pukul 17.15 WIB. Sebelum dinyatakan meninggal setelah bertabrakan keras dengan bek Persela Ramon Rodrigues, kiper 38 tahun ini masih memperkuat Persela pada pertandingan melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan.

Setelah dilarikan ke RSUD dr Soegiri, Lamongan pada jeda babak pertama, Huda langsung ditangani oleh dokter. Sayang nyawanya tak tertolong. Menurut dokter, Huda mengalami hypoxia. Hypoxia adalah keadaan di mana jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen dengan penyebab banyak hal.

“Keluarga kami masih bersaudara dengan Almarhum. Saya ikut berduka cita. Semuga Huda husnul khotimah,” ucap Pelatih Perselaqa U-19 Didik Ludiyanto.

Didik mengaku mengenal Huda sejak tahun 2000 ketika mereka sama-sama mengabdi untuk Persela. Selanjutnya Didik ditunjuk sebagai asisten pelatih Persela, sedangkan Huda adalah penjaga gawang sekaligus kapten tim Laskar Joko Tingkir.

Sebagai pelatih, teman, sahabat, tetangga serta keluarga, Didik memiliki kesan positif terhadap Huda. “Huda itu panutan. Dia bisa jadi teman, bisa mencairkan suasana, bisa diajak berembuk. Ketika Persela sedang sulit keuangan, dia bisa kami diajak tur keliling kota seperti tahun 2016 lalu,” kenang Didik.

Rencananya Huda akan dimakamkan Minggu malam ini di TPU Pagerwojo, Sukomulyo, Lamongan. Lokasinya berada tak jauh dari rumah duka.

Editor : admin

Reporter : (saf/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Choirul Huda Panutan di Tim Persela