alexametrics
Liga 2 2019

Persis vs Martapura FC: Main 10 Orang Gara-Gara Salah Nomor

15 Juli 2019, 12:05:50 WIB


JawaPos.com – Belum juga kickoff dimulai, Persis Solo harus kehilangan satu pemain ketika menjamu Martapura FC dalam laga lanjutan Liga 2 di Stadion Wilis, Madiun, Minggu (14/7). Penyebabnya, sang pemain memakai nomor punggung yang berbeda atau tidak terdaftar dalam daftar susunan pemain (DSP).

Ya, pengawas pertandingan terpaksa melarang gelandang M. Sulthon Fajar untuk masuk lapangan bersama rekan-rekannya. Sebab, dia tidak masuk dalam DSP. Kalau sesuai yang tertulis di DSP, nomor mantan pemain Persatu Tuban itu adalah 94, tapi yang tertera di punggung jerseynya adalah 44.

Keputusan pengawas pertandingan Mariyono asal Jatim itu memang membuat ofisial Persis melayangkan protes. Namun, pengawas pertandingan tetap berpedoman pada regulasi. Tuan rumah ingin mengganti pemain lain, tapi sesuai regulasi pula, itu dilakukan 15 menit sebelum laga dimulai.

”Tapi, saya apresiasi betul pertandingan pada sore ini (kemarin, Red). Saya juga salut kepada pemain. Dan, saya nggak mau menyalahkan siapa pun dalam situasi seperti ini,’’ kata Asisten Pelatih Persis M. Choirul Huda kepada Radar Madiun.

Para oknum suporter Persis merangsek ke lapangan dengan merusak pagar pembatas tribun. Mereka juga melemparkan smoke bomb ke arah lapangan hingga membuat pertandingan di Stadion Wilis, Madiun, dihentikan sesaat (Radar Madiun)

Meski hanya bermain dengan 10 orang di lapangan, pasukan tuan rumah tetap lebih dominan atas tamunya. Pada babak pertama, setidaknya ada dua peluang emas bagi Persis. Pada babak kedua, Martapura juga tetap tertekan dan memilih mengandalkan serangan balik.

Pada menit ke-58, gawang Martapura yang dikawal Ali Budi sempat bergetar. Nanang Asripin menjebol gawang setelah menerima bola muntah, tapi wasit Sunyoto menyatakan offside. ”Sekilas saya lihat video (rekaman pertandingan, Red), itu tipis sekali antara offside sama tidak. Tapi, biarlah masyarakat yang menilai,’’ ujarnya.

Hingga akhir pertandingan, skor imbang tanpa gol tidak berubah. Di luar lapangan, justru situasi tidak menyenangkan. Suporter tuan rumah yang tidak terima dengan kondisi di lapangan mengamuk. Sejumlah fasilitas di stadion dirusak, salah satunya pagar pembatas tribun. Tepatnya, sisi sebelah selatan Stadion Wilis.

Suporter juga kedapatan melemparkan smoke bomb ke dalam lapangan. Sehingga, membuat pertandingan harus dihentikan sesaat. Kondisi yang membuat klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu terancam sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Kerugian besar. Sudah kecolongan angka, terancam sanksi pula.

Terkait dengan kerusakan fasilitas stadion, Kepala UPT Wisma Haji, GOR, dan Stadion Wilis Suratno menyatakan, kekecewaannya. Dia mengungkapkan, untuk memperbaikinya dibutuhkan waktu beberapa hari. ’’Sebab, harus dilas dulu. Padahal, sebelumnya juga sempat diperbaiki,’’ ucapnya.
Dia menjelaskan, ketika menyewa Stadion Wilis sebagai home base, Persis memang sudah menyerahkan jaminan. Tapi, Suratno menegaskan bahwa uang jaminan itu tidak bisa langsung dipakai untuk biaya perbaikan.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : her/ota

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads