alexametrics
Liga 1 2019

Selamat Datang Liga 1 2019!

15 Mei 2019, 16:58:14 WIB

JawaPos.com – Di tengah melambungnya harga tiket pesawat, bayangkan menjadi manajemen Persipura Jayapura. Saat Liga 1 2019 sudah mulai berputar hari ini, Rabu (15/5) malam WIB.

Sekali lawatan ke Surabaya saja, misalnya, berdasar harga di salah satu aplikasi, untuk hari ini tiket per orang di kisaran Rp 4,4 juta. Padahal, satu kali lawatan, Persipura total membawa setidaknya 18-20 orang.

Dan, sepanjang satu musim, mereka harus 17 kali melawat ke luar Papua! Termasuk paling jauh ke kandang Semen Padang.

Tak ada “bonus” sama sekali. Sebab, Persipura adalah satu-satunya tim asal Papua di Liga 1 2019. Musim lalu masih ada Perseru Serui yang kini sudah merger dengan Perseru Badak Lampung FC dan bermarkas di Lampung.

Karena itulah, manajemen tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut meminta agar bisa menjalani kompetisi dengan komposisi 2 kali kandang dan 2 kali tandang. Maksudnya, setelah dua kali main di kandang, baru melawat. Begitu pula setelah dua kali melawat, main di kandang lagi.

Alasannya jelas, meminimalkan ongkos transportasi. Menurut Asep Saputra, manajer kompetisi PT Liga Indonesia Baru (operator Liga 1), ke-17 klub Liga 1 lain bisa memahami permintaan tersebut.

“Ya, akhirnya yang sekarang dipakai itu hasil dari pembicaraan semua peserta. Jadi, semua setuju dengan jadwal itu,” ucapnya.

Liga 1 2019 yang akan dibuka dengan laga PSS Sleman versus Arema FC di Sleman memang dihelat di tengah impitan sejumlah keterbatasan. Dari para pengurus operator yang diisi komisaris dan direktur sementara hingga subsidi kepada peserta yang dipotong karena keterbatasan dana. Jangan lupakan juga imbas skandal pengaturan skor.

Namun, di sisi lain, Liga 1 musim ini juga bisa dikatakan paling matang. Itu tidak terlepas dari banyaknya sorotan masyarakat pencinta sepak bola.

Dari sisi profesionalisme, misalnya, Plt Sekjen BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) Sandi Suwardi Hasan menuturkan, baru musim ini pihaknya membuat tim khusus untuk melakukan verifikasi terhadap LIB dan Liga 1.

Direktur Utama Sementara PT LIB, Dirk Soplanit mengakui bahwa subsidi untuk musim ini lebih sedikit. Jika musim lalu kontestan Liga 1 mendapatkan dana Rp 7,5 miliar, musim ini hanya Rp 5 miliar.

Itu tidak terlepas dari banyaknya masalah yang menerpa PSSI dan utang LIB musim lalu. “Meski turun, kami janji utang musim lalu terbayar,” ujar pria yang juga anggota Executive Committee PSSI itu.

Menurut Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, menghadapi Liga 1 musim ini, koordinasi antara PT LIB dan PSSI berjalan lebih baik daripada sebelumnya. “Ini kali pertama scheduling sistem tidak hanya dilakukan di area manajemen, tapi antarpelatih juga.

Editor : Edy Pramana

Reporter : rid/lyn/c11/ttg



Close Ads