alexametrics

Main Malam, Pemain Baru Bisa Tidur Pukul 03.00

15 Januari 2022, 13:23:55 WIB

JawaPos.com – Dihelatnya seri keempat BRI Liga 1 di Bali yang berada di zona Waktu Indonesia Tengah (Wita) berimbas pada jam pertandingan. Karena Pulau Dewata berada di zona Wita, artinya, jika pertandingan digelar pukul 15.15 WIB, di Bali laga itu dimulai pukul 16.15 Wita. Dari perbedaan waktu tersebut, masalah muncul jika pertandingan dimainkan pukul 20.45 WIB.

Artinya, di Bali, pertandingan itu baru dimulai pukul 21.45 Wita. Arema FC menjadi salah satu tim yang sering bermain malam. Dokter tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi menerangkan, waktu pertandingan yang dimulai pukul 21.45 Wita sangat tidak ideal bagi atlet.

Sebab, pertandingan baru selesai pukul 23.45 Wita. Itu pun pelatih dan perwakilan pemain masih harus mengikuti sesi konferensi pers pasca pertandingan.

Konferensi pers biasanya membutuhkan waktu 10–15 menit per sesi. Artinya, jika Singo Edan –julukan Arema FC– mendapat kesempatan pertama mengikuti sesi konferensi pers, kegiatan itu baru selesai pukul 00.00 Wita. Tapi, jika Arema FC mendapat giliran kedua konferensi pers, kegiatan baru selesai pukul 00.15 Wita.

”Sampai hotel, pemain baru bisa tidur sekitar jam 03.00 Wita,” ucap Nanang kepada Jawa Pos kemarin.

Mantan dokter tim nasional Indonesia itu menjelaskan, sehabis pertandingan, para pesepak bola tidak bisa langsung tidur. Sebab, hormon adrenalin masih tinggi. Perlu waktu 2–3 jam untuk membuat hormon itu kembali normal. Setelah normal, pemain baru bisa memejamkan mata.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : fiq/gus/raf/c17/ttg



Close Ads