alexametrics

Kembali Bobol di Saat Akhir Laga, Pelatih Persik Tak Habis Pikir

15 Januari 2022, 11:30:53 WIB

JawaPos.com-Menit akhir jadi momok bagi Persik Kediri. Dalam dua laga pemungkas, tim berjuluk Macan Putih itu kebobolan dua gol pada pengujung laga.

Terbaru tentu saja ketika mereka kalah 1-2 oleh Persikabo 1973 kemarin sore.
Dalam laga di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, tersebut, Persik unggul lebih dulu melalui gol Fitra Ridwan pada menit ke-27.

Persikabo menyamakan skor pada menit ke-44 melalui Aleksandar Rakic. Nah, tujuh menit sebelum laga tuntas, Persikabo memastikan kemenangan melalui gol Dimas Drajad pada menit ke-83. Gol tersebut mengulang kejadian dalam laga kontra Borneo FC (8/1). Gol Boaz Solossa pada menit ke-90+7 membuat laga berakhir imbang 1-1.

Asisten pelatih Persik Alfiat benar-benar tidak habis pikir. ’’Kami sangat kecewa. Anak-anak main bagus di awal laga. Tapi, saat di menit akhir, konsentrasi mereka seperti buyar. Gol Rakic itu juga terjadi di menit akhir babak pertama,’’ kata Alfiat setelah laga.

Dia melihat para pemainnya mengalami kesulitan setiap laga memasuki menit akhir. ’’Saya lihat anak-anak seperti tidak disiplin di akhir laga. Konsentrasi dan tanggung jawab masih kurang, sehingga kami bisa kebobolan,’’ tegas Alfiat.

Bek Persik Ibrahim Sanjaya melihat ada beberapa faktor yang membuat pemain hilang konsentrasi. Salah satunya absennya pelatih Javier Roca. Pelatih asal Cile itu absen karena mendapat kartu merah di laga sebelumnya. ’’Biasanya kalau ada coach Roca di pinggir lapangan, dia lebih banyak teriak-teriak ke pemain,’’ katanya.

Dia berharap masalah konsentrasi bisa dibenahi. Alfiat juga akan memperbaiki problem tersebut. ’’Konsentrasi yang hilang di menit akhir adalah PR bagi kami untuk berbenah ke depan,’’ jelas Alfiat. Jika tidak, posisi Persik bisa semakin mendekati zona merah.

Bagi Persikabo 1973, kemenangan tersebut sangat disyukuri. Sebab, ini jadi tiga poin pertama setelah dua laga sebelumnya tanpa kemenangan.

’’Laga sebenarnya berjalan ketat, tapi kerja keras anak-anak membuat kami bisa memenangkan laga,’’ ucap pelatih Persikabo 1973 Liestiadi. Padahal, dalam laga tersebut, beberapa pemain dalam kondisi kurang fit.

Sementara itu, Rahmad Darmawan yang berhasil membawa RANS Cilegon FC promosi sudah didapuk jadi pelatih oleh Barito Putera. Pemain-pemain baru berkualitas juga sudah didatangkan.

Tapi, tetap saja, Laskar Antasari –julukan Barito Putera– belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan di seri keempat. Dua pertandingan tersebut malah dilalui dengan kekalahan. Terakhir tadi malam di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar. Barito Putera kalah oleh Borneo FC dengan skor 0-2.

Barito Putera yang turun langsung dengan pemain asing barunya seperti Bruno Matos masih sulit menerapkan strategi yang diinginkan RD –sapaan Rahmad Darmawan. Borneo FC justru lebih banyak menekan.

Pada babak pertama, Barito Putera lebih banyak bertahan. Pada babak kedua, kelemahan Laskar Antasari terlihat betul. Chemistry pemain lama dan pemain baru belum padu. Akibatnya, dua gol bersarang ke gawang Kartika Aji. Yakni, pada menit ke-55 melalui Wahyudi Hamisi dan menit ke-90+1 oleh Boaz Solossa.

RD mengakui ketidakpaduan tersebut. Dia sadar skuadnya butuh waktu untuk bermain secara tim. ’’Saya bisa memaklumi itu. Tapi, saya harus buat keputusan, entah betul atau salah itu tanggung jawab yang harus dipikul,’’ tegasnya.

Mantan pelatih Madura United itu paham timnya butuh kemenangan. Bertengger di posisi ke-16 klasemen sementara BRI Liga 1, Barito Putera berpeluang besar terdegradasi jika tidak segera menang.

’’Harus bersabar. Dalam satu dua pertandingan ke depan dan saya yakin akan mendapatkan chemistry itu,’’ ungkapnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gus/rid/c17/ali



Close Ads