alexametrics
Liga 1

Meski di Tajikistan, Dzhalilov Selalu Ikuti Perkembangan Persebaya

15 Januari 2020, 17:00:48 WIB

JawaPos.com – Manuchekhr Dzhalilov terdepak dari Persebaya Surabaya pada 18 September tahun lalu. Sudah empat bulan Dzhalilov meninggalkan Green Force, julukan Persebaya. Pemain 29 tahun itu memilih tinggal di negaranya, Tajikistan.

Jauh dari Surabaya tidak membuat Dzhalilov lupa dengan mantan timnya. Buktinya, dia selalu mengikuti perkembangan Green Force di Liga 1 musim lalu. ’’Saya selalu menyaksikan mereka (Persebaya) bertanding,’’ kata pemain kelahiran 27 September 1990 tersebut saat dihubungi Jawa Pos kemarin (14/1).

Persebaya Surabaya

Dzalilov juga tahu bahwa Persebaya finis sebagai runner-up musim lalu. Dia sama sekali tidak merasakan sakit hati. Malah sebaliknya. ’’Saya turut senang dengan pencapaian Persebaya musim lalu,’’ tegas mantan pemain Sriwijaya FC itu. Padahal, Dzalilov sempat merasa kesal karena terdepak saat bursa transfer sudah ditutup. Meski begitu, dia memilih melupakan memori kelam itu.

Saat ini Dzalilov masih berlatih dengan mantan timnya, Istiklol FC. Lantas, apakah sudah ada tawaran dari klub anyar untuk bergabung? Sebab, bursa transfer di kompetisi Asia, termasuk Indonesia, sudah dibuka. Soal itu, top skor Piala Presiden 2019 dengan torehan 5 gol tersebut belum mau buka suara.

Namun, Dzalilov tetap membuka peluang untuk kembali bermain di Liga 1. Hanya, dia masih bungkam apakah ada tim Liga 1 yang sudah berkomunikasi dengannya. ’’Soal main di Indonesia, saya belum tahu ke depannya. Hanya Allah yang tahu,’’ ucap pemain yang masih membela timnas Tajikistan di ajang kualifikasi Piala Dunia 2022 itu.

Dia sama sekali tidak trauma. Meski saat dua kali membela tim Liga 1 dia selalu mendapat pengalaman buruk. Pertama, saat gajinya di Sriwijaya FC musim 2018 telat dibayar. Kemudian, ketika pindah ke Persebaya, dia terdepak dari skuad saat bursa transfer putaran kedua sudah ditutup.

Karena itu, Dzalilov masih ingin menikmati masa berlatihnya dengan Istiklol FC. Berada di Tajikistan memang membuatnya sangat betah. Terlebih, dia bisa bertemu sang istri dan buah hatinya setiap hari. Termasuk bertemu dengan keluarga besarnya. ’’Alhamdulillah saya sangat merasa baik di sini (Tajikistan),’’ ungkapnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads