alexametrics

Gong Oh-kyun Mulai Pegang Kendali Timnas U-19 Indonesia

15 Januari 2020, 10:00:10 WIB

JawaPos.com – Jika pada seleksi hari pertama pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan banyak arahan, kemarin (14/1) di seleksi hari kedua timnas U-19 situasinya berbeda. Dia memilih duduk di bench dan membiarkan pelatih kepala timnas U-19 Gong Oh-kyun untuk bekerja. Membiarkan asisten pelatih yang dia bawa langsung dari Korea Selatan itu memberikan instruksi sepanjang latihan sore kemarin di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.

Seleksi hari kedua kemarin sedikit berbeda. Ada dua kali latihan. Pagi dan sore. Tae-yong tampaknya memang ingin benar-benar fokus membenahi fisik pemain yang selama ini jadi masalah di sepak bola Indonesia.

Pagi hari para pemain digembleng dengan latihan fisik. Sore harinya baru masuk ke taktik. Sebanyak 53 pemain yang mengikuti seleksi kemarin dibagi ke dalam beberapa kelompok. Lantas, mereka diadu untuk melihat skill dan kemampuan membaca permainan.

Ada dua pemain yang memang baru bergabung dalam latihan. Yakni, Brief Fatari dan Jack Brown. Keduanya absen pada seleksi hari pertama.

Seusai latihan, Tae-yong sebenarnya enggan berkomentar soal latihan. Dia merasa, PSSI tidak memberitahukan bahwa ada wartawan yang mau mewawancaranya kemarin. Tapi, setelah ada koordinasi, pelatih Korsel di Piala Dunia 2018 tersebut akhirnya mau bicara walaupun cukup singkat.

Dia mengatakan sengaja memberikan dua sesi latihan setiap hari. Tujuannya, meningkatkan fisik pemain. ”Dengan fisik yang bagus, pemain bisa bermain dalam intensitas tinggi sepanjang pertandingan,” terang dia.

Pelatih 50 tahun itu ingin anak asuhnya bisa bermain dalam intensitas tinggi. Hal tersebut sesuai dengan karakter yang hendak dia bangun bersama skuad Merah Putih. ”Dari sisi skill individu, pemain sudah cukup baik. Itu harus diimbangi dengan konsistensi dalam intensitas tinggi. Tentu dengan strategi yang tepat,” ucapnya.

Intensitas tinggi dibutuhkan ketika timnas terjun di Piala Dunia U-20 pada 2021. Menurut Tae-yong, jika Indonesia ingin bersaing, para pemain harus bisa berlaga dalam intensitas tinggi dengan kecepatan berpikir yang baik selama 90 menit. ”Di level dunia, setiap tim harus bisa bermain di level tinggi,” paparnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads