alexametrics
Liga 1 2019

PT LIB: Tak Ada Lagi Laga Tunda, Tanpa Penonton atau Pindah Venue

14 Oktober 2019, 15:00:40 WIB

JawaPos.com – Sejauh ini sudah ada sembilan pertandingan yang mengalami penundaan. Baik di Liga 1 maupun Liga 2. Alasan penundaan tersebut seragam. Yakni, kepolisian tidak memberikan izin pertandingan.

Direktur Utama Sementara PT LIB Dirk Soplanit mengungkapkan, situasi politik yang tidak baik di beberapa daerah memang berakibat pada tidak adanya izin dari kepolisian untuk menggelar pertandingan sepak bola. Pihaknya sendiri dan peserta klub Liga 1 dan Liga 2 tidak bisa berbuat banyak atas hal tersebut. ”Akhirnya kami membangun kesepakatan bersama klub. Ada dua alternatifnya,” jelas dia.

Yang pertama, klub tuan rumah meminta izin lagi dengan menggelar pertandingan tanpa penonton. Hal itu diharapkan bisa meluluhkan pihak keamanan untuk memberikan izin. ”Baru alternatif kedua kalau pertandingan tanpa penonton tidak diizinkan juga, klub tuan rumah harus cari opsi stadion lain,” terangnya.

Nah, yang menentukan venue lain tersebut bukan PT LIB selaku operator liga. Venue untuk jadi kandang alternatif dicari sendiri oleh klub tuan rumah. ”Tentu harus dikomunikasikan ke kami kalau sudah punya stadion yang representatif dan mendapatkan izin pertandingan. Dikomunikasikan ke tim tamu juga agar bisa membeli tiket ke venue tersebut,” paparnya.

Dirk menegaskan, sudah tidak mungkin melakukan penundaan laga lagi. Pasalnya, Liga 1 2019 harus segera berakhir pada 22 Desember. ”Sebab, Januari sudah dimulai putaran AFC Cup dan Liga Champions Asia. Kami harus segera menentukan juara sebelum itu,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha menerangkan, masalah penjadwalan bukanlah ranah PSSI. Tapi, pihaknya tetap mengawasi kesepakatan bersama yang dijalin PT LIB dan klub untuk membuat alternatif lain terkait penundaan. ”Arahan kami, kompetisi harus selesai 22 Desember. Itu intinya,” ujar dia.

Sementara itu, pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy menanggapi dingin kesepakatan yang terjalin. Dia tidak mau membayangkan penundaan akan terulang di Liga 1. ”Kamu sekarang sadar betapa susahnya pekerjaan saya dengan jadwal kompetisi saat ini,” cetusnya.

McMenemy mengeluh susah mendapatkan pemain untuk timnas dengan kondisi yang fit 100 persen. Selama ini dia kesulitan untuk meramu strategi yang baik ketika pemain bergabung ke timnas dalam kondisi kelelahan gara-gara jadwal yang padat.

”Banyak orang menyalahkan saya, tapi keadaannya memang seperti itu. Ambil contoh Arema FC. Dari melawan Vietnam (15/10) menuju pertandingan away melawan Malaysia (19/11), ada empat–lima pertandingan. Bagaimana pemain bisa fit datang ke timnas?” dalihnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : rid/tom

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads