alexametrics

Tanpa Official Training di Malang, Persebaya Anggap Tak Masalah

14 Agustus 2019, 19:29:57 WIB

JawaPos.com–Tidak ada official training (OT) yang dilakukan Persebaya Surabaya hari ini. Padahal, jika merujuk regulasi, seharusnya mereka melakukan OT sebagai persiapan jelang bentrok kontra Arema FC besok sore di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Tapi, manajemen Green Force –julukan Persebaya– sudah mengambil keputusan. Tim tidak mengambil jatah OT. Sebagai gantinya, mereka akan berlatih di Surabaya pagi tadi. Karteker pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro mengaku maklum. Lagi pula, ini bukan kali pertama Persebaya mengalami hal itu. ’’Kami sudah biasa tidak OT saat away ke Malang. Latihan besok (hari ini) juga hanya untuk menjaga kondisi pemain,” kata Bejo.

Latihan taktikal sudah dijajal di Lapangan Polda Jatim kemarin sore. Seluruh pemain sudah bisa menjalani latihan penuh. Termasuk bek Otavio Dutra. Sebelumnya, pemain 36 tahun itu sempat berlatih secara terpisah. Bagi Bejo, taktikal memang sangat penting. Tapi, untuk laga kontra Arema FC, mental adalah modal paling penting.

Karena itu, setelah latihan, Bejo melakukan pendekatan secara personal kepada beberapa pemain. Dua kali pria 42 tahun itu berbincang serius dengan para pemain pilar. Pertama, dia memberikan masukan khusus kepada Ruben Sanadi, Rendi Irwan, Fandi Eko Utomo, Hansamu Yama, dan Misbakus Solikin.

Setelah itu, Bejo memanggil seluruh pemain asing. Yakni, Otavio Dutra, Amido Balde, Manuchekhr Dzhalilov, Damian Lizio, dan David da Silva. Bejo dan para pemain asing tampak melakukan perbincangan yang sangat serius. Lantas, apa yang dia sampaikan?

’’Saya meminta pemain asing untuk menunjukkan kemampuan yang lebih lagi. Sebab, sebagai pemain asing, mereka memang harus lebih baik ketimbang pemain lokal,” ungkap Bejo.

Bukan hanya itu, Bejo juga menyuntikkan motivasi sebelum tim berangkat ke Malang. Menurut dia, tim yang kuat dibangun dengan empat aspek. Yakni, teknik, skill, taktik, dan mental.

Jika dalam laga biasa, teknik, skill, dan mental adalah elemen yang sangat penting. Tapi, hal itu tak berlaku dalam laga derbi Jatim. ’’Untuk laga ini, pola itu saya balik. Jadi, yang paling penting adalah mental. Baru teknik, skill, dan taktik. Itu karena mental sangat penting untuk pertandingan di Malang,” tambah mantan kapten Persebaya tersebut.

Kapten Ruben Sanadi sependapat dengan Bejo. Menurut dia, dari segi persiapan tim, semua sudah sangat matang. Termasuk strategi dan pola permainan. ’’Tinggal bagaimana menyiapkan mental,” ucap pemain 32 tahun itu. Ruben sadar laga derbi akan selalu banyak tekanan. Karena itu, dia meminta rekan-rekannya fokus di lapangan saja.

’’Jangan dengarkan omongan apa pun di luar sana,” tambah mantan pemain Persipura Jayapura itu.

Datangnya Persebaya dengan persiapan matang membuat pelatih Arema FC Milomir Seslija waspada. Kekosongan posisi pelatih kepala juga dinilai bukan keuntungan. Sebab, dia tahu Persebaya akan tetap tampil maksimal walaupun tanpa bek tengah utama Hansamu Yama Pranata.

Bandingkan dengan Arema FC yang masih menunggu kondisi pemain pilar macam Dendi Santoso, Johan Alfarizi, dan Dedik Setiawan. Mereka masih dibekap cedera. Karena itu, Milo enggan sesumbar.

’’Ini akan menjadi laga yang tidak mudah bagi kami. Tapi, kami pernah menghadapi situasi ini. Saya tahu apa yang harus dilakukan,” terang pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gus/c17/ali

Close Ads