alexametrics
Liga 1 2019

PSS Main di Maguwoharjo, tapi Bonek Bikin Kandang Rasa Tandang

14 Juli 2019, 10:45:37 WIB

JawaPos.com – Yang dirasakan PSS Sleman benar-benar berbanding terbalik dengan saat mereka dijamu Kalteng Putra, pekan lalu (7/7). Ketika itu tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut menjalani laga tandang rasa kandang. Sebab, meski bertindak sebagai tamu, tapi stadion dipenuhi suporter PSS. Situasi itu tidak lepas dari tempat pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Namun, Sabtu malam (13/7) situasinya berbalik.

“Kami tuan rumah, tapi suporter Persebaya justru yang lebih baik,” kata Pelatih PSS Seto Nurdiantoro selepas pertandingan. Ya, meski akhirnya mendapat jatah kuota 2.000 tiket, tapi Bonek yang hadir di Stadion Maguwoharjo jumlahnya diperkirakan mencapai belasan ribu. Itu artinya berlipat-lipat dari kuota tiket yang disediakan panpel tuan rumah. Bonek memenuhi tribun sisi timur, utara, dan barat Stadion Maguwoharjo. Hanya tribun selatan saja yang “bersih” dari Bonek.

PSS Sleman

Sepanjang babak pertama, nyanyian Bonek pun jauh lebih dominan dibanding suporter tuan rumah. “Tentu ini sebuah kerugian. Sebab, lebih banyak suporter tamu. Tapi, bagaimana pun juga kami tetap salut dengan teman-teman Sleman Fans yang terus bernyanyi mendukung kami,” ujar bek PSS Asyraq Gufron Rachmadhan.

Hal tersebut memang sangat tidak biasa bagi PSS. Sebab, selama ini Stadion Maguwoharjo selalu menjadi “neraka” bagi tim lawan. Stadion yang berada di kaki Gunung Merapi tersebut selalu disesaki suporter PSS dan suara mereka selalu lebih berisik dibanding suporter lawan. Suporter PSS selama ini juga dikenal sangat banyak dan militan. Tapi, tadi malam, di rumahnya sendiri, jumlah mereka justru kalah banyak.

“Meski begitu, kami tetap melihat ada sisi positif dari apa yang ada malam ini. Bahwa persaudaraan tetap terjalin baik di sepak bola ketika suporter yang hadir begitu banyak,” sebut Seto. Tak ada gesekan, tak ada ketegangan. Sebaliknya satu dengan yang lain saling menyapa dengan penuh kehangatan.

Persebaya Surabaya

Masing-masing suporter juga fokus memberikan dukungan kepada tim kesayangan masing-masing tanpa harus mengolok-olok yang lain. “Seharusnya sepak bola seperti ini. Yang di lapangan berjuang memenangkan pertandingan, yang di tribun fokus memberikan dukungan,” ungkap Seto.

Dia pun berharap persaudaran yang terawat lewat sepak bola tersebut terus terjaga. Tidak berhenti tadi malam. “Semoga persaudaran seperti ini juga menular ke pertandingan-pertandingan yang lainnya. Sehingga sepak bola menjadi jauh lebih enak ditonton dan dinikmati oleh siapa saja,” kata Seto.


Pada ulang tahun ke-70, Jawa Pos mempersembahkan logo khusus untuk suporter sepak bola Liga 1. Logo-logo tersebut kreasi dari tim desain dan ilustrasi Jawa Posdalam menerjemahkan filosofi klub serta para pendukungnya. Logo-logo itu dapat diunduh secara bebas di link berikut ini: https://logofansfc.jawapos.com/

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads