alexametrics

Arema FC ke Puncak, Pelatih: Kami akan Fight sampai Akhir Kompetisi

14 Januari 2022, 19:04:19 WIB

JawaPos.com-Arema FC lagi-lagi berhasil memperpanjang catatan positifnya. Tadi malam Johan Alfarizi dkk menorehkan rekor 16 kali pertandingan tanpa kekalahan di Liga 1 musim 2021–2022 setelah menundukkan PSS Sleman 2-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Dua gol Singo Edan –julukan Arema FC– dilesakkan Kushedya Hari Yudo (53’) dan Dendi Santoso (56’).

Tak hanya memperpanjang catatan positif, kemenangan itu juga mengantarkan Singo Edan ke puncak klasemen sementara Liga 1 dengan 40 poin hasil dari 11 kali menang, 7 kali seri, dan sekali kalah. Arema mengudeta Persib Bandung yang di laga berikutnya menyerah 0-1 di tangan Bali United.

Pelatih Arema FC Eduardo Almeida merasa senang atas kemenangan tadi malam. Hasil itu juga sekaligus membayar lunas kekalahan Arema dari Super Elang Jawa –julukan PSS– pada pertemuan pertama Liga 1 musim ini.

”Saya mengakui ini pertandingan yang sulit. Pada babak pertama, kami kesulitan mencetak gol. Namun, karena punya target untuk menang, kami bekerja keras untuk bisa mencetak gol. Selamat atas kerja keras para pemain. Kami menang,” ucap mantan pelatih Semen Padang itu.

Kemenangan tersebut membuat Almeida merasa makin percaya diri untuk menghadapi pertandingan demi pertandingan selanjutnya. ”Kami akan fight sampai akhir kompetisi,” tegasnya.

Pelatih PSS Sleman I Putu Gede menyayangkan timnya terlalu mudah kebobolan. Apalagi, dua gol itu tercipta pada menit yang berdekatan.

”Seharusnya, saat gol pertama Arema FC terjadi, tim tidak boleh menganggap pertandingan sudah selesai. Para pemain harus belajar dari situasi pertandingan ini,” tutur mantan kapten Arema itu.

Putu Gede juga menyoroti minimnya suplai terhadap striker asing Wander Luiz. Menurut dia, mantan striker Persib Bandung itu memiliki kualitas yang bisa diharapkan. Namun, dia belum banyak mendapat umpan bagus.

”Saat ada beberapa peluang, dia bisa memaksimalkan. Menurut saya, ini hanya masalah waktu bagi Wander untuk membuat gol,” terangnya.

Di sisi lain, pelatih Persib Robert Rene Alberts mengakui timnya layak kalah. Alasannya, para pemain, khususnya lini pertahanan, tidak bisa membendung serangan-serangan dari Bali United. ’’Ketika mereka menyerang dan crossing, kami tidak cukup kuat untuk antisipasi,’’ katanya.

Di babak kedua, Alberts menyebut Persib sudah memperbaiki kesalahan di babak pertama. Pemain seperti Frets Butuan dimasukkan. ’’Ada beberapa peluang tercipta, tapi kami tidak bisa menyamakan kedudukan,’’ paparnya.

Pelatih asal Belanda itu mengaku kecewa atas kekalahan melawan Bali United. Selain gagal mempertahankan posisi puncak, Persib belum bisa mematahkan rekor belum pernah menang atas Serdadu Tridatu sejak 2016.

’’Ini pertandingan menarik dan sebetulnya bisa menaikkan level kami. Persib harus bangkit di pertandingan berikutnya melawan Borneo FC,’’ tegasnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : fiq/rid/c17/ali



Close Ads