alexametrics
Liga 1 2019

Pelatih Arema FC Milomir Seslija: Kami Pantas Kalah Kali Ini

13 Desember 2019, 11:00:14 WIB

JawaPos.com – Sebelum menjamu Arema FC di Stadion Batakan, Balikpapan, Persebaya Surabaya meladeni Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (8/12). Saat itu Persebaya memetik kemenangan telak 4-0. Publik pun berpikir bahwa komposisi yang tampil ganas saat menggilas Bhayangkara bakal dipertahankan ketika menghadapi Arema FC kemarin sore.

Prediksi itu meleset. Aji Santoso selaku arsitek Persebaya membuat perubahan komposisi yang sangat mencolok. Total lima pemain dari skuad melawan Bhayangkara kemarin diganti. Pelatih asal Malang tersebut memarkir Novan Sasongko dan M. Syaifuddin. Sebagai gantinya, dia menurunkan Abu Rizal Maulana dan Hansamu Yama Pranata. Aji juga memainkan Alwi Slamet, Oktafianus Fernando, dan Fandi Eko Utomo sejak menit awal. Dua nama terakhir bahkan tidak bermain sama sekali saat Persebaya menaklukkan Bhayangkara FC.

Persebaya Surabaya

Eksperimen berani Aji itu pun berbuah manis. Persebaya berhasil membalas kekalahan dari Arema FC di putaran pertama lalu. Pembalasannya pun setimpal. Persebaya mencukur Singo Edan –julukan Arema FC– dengan skor telak 4-1. ”Saya memang sengaja melakukan eksperimen ini murni dengan pertimbangan rotasi dan recovery pemain,” kata Aji selepas pertandingan. ”Dan saya sangat bersyukur apa yang kami lakukan berhasil mengantarkan kami meraih kemenangan, sekaligus membalas kekalahan dari Arema di putaran pertama lalu,” tambahnya.

Pesta gol Persebaya dibuka oleh gol Aryn Williams kala laga baru berumur empat menit. David da Silva menyumbang dua gol dalam hari pembalasan kemarin. Dua gol tersebut diceploskan penyerang asal Brasil itu pada menit ke-27 dan 92’. Satu gol lainnya diciptakan Diogo Campos di pada menit ke-78. Arema FC hanya mampu membalas lewat sebiji gol Hamka Hamzah (91’). ”Saya sangat senang karena gol-gol kami melalui proses yang baik. Sesuai dengan strategi yang kami terapkan,” papar Aji.

Empat gol Persebaya memang terlahir dari skema permainan yang tersusun apik. Bahkan, untuk dua gol yang tercipta pada babak pertama, prosesnya sama persis dengan dua gol yang dicetak ketika Persebaya mengalahkan Bhayangkara FC. Gol Aryn tercipta lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Sama persis dengan gol yang dibuatnya waktu membuka pesta gol atas Bhayangkara. Demikian pula dengan gol pertama Da Silva. Gol itu hampir sama dengan gol keduanya saat laga kontra Bhayangkara FC.

Arema FC

Kemarin sore Da Silva mencetak gol pertama setelah melakukan solo run dari tengah lapangan. Dia mengelabui Arthur Cunha. Lalu, menang adu lari dengan Hamka, kemudian melesatkan tendangan keras ke gawang Arema FC. ”Kemenangan ini untuk masyarakat Surabaya. Untuk Bonek. Malam ini (tadi malam) mereka bisa tidur nyenyak dengan kemenangan ini. Kemenangan ini sekaligus menjadi modal berharga untuk menghadapi dua laga di depan. Terutama lawan Persija Jakarta,” papar mantan pelatih Persela Lamongan dan PSIM Jogjakarta itu.

Di sisi lain, pelatih Arema FC Milomir Seslija merasa timnya memang pantas kalah oleh Persebaya. Para pemain Arema FC disebutnya gagal menampilkan permainan penuh determinasi layaknya pertandingan derbi. Padahal, sebelum laga, semua pemain dan komponen di tim asal Kota Apel itu bersepakat untuk bermain ngotot agar tidak kalah. ”Agar Aremania bahagia,” kata Milo, sapaan Milimor. ”Tapi, ternyata kami belum bisa bangkit dari kekalahan lawan PSIS (kalah 1-5) sebelumnya. Kami lamban bertahan, lamban menyerang. Organisasi permainan tidak berjalan sebagaimana mestinya,” kecamnya. ”Karena itu, kami pantas kalah kali ini,” ujarnya. Dengan kekalahan dari Persebaya kemarin, Arema FC terus berada dalam episode negatif. Sudah enam laga mereka lewati tanpa kemenangan.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : fim/bas


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads