Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Dirut LIB Dicecar 97 Pertanyaan

13 Oktober 2022, 09:34:09 WIB

Bertemu Presiden FIFA, Jokowi Akan Bawa Hasil Investigasi TGIPF

JawaPos.com – Selama hampir 12 jam, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita menghadap penyidik gabungan dari Bareskrim dan Ditreskrimum Polda Jatim kemarin (12/10). Dia diperiksa sebagai tersangka kasus tragedi Kanjuruhan.

”Bagaimanapun, sebagai warga yang taat hukum, kami ikuti prosesnya,” ujar Hadian sebelum memasuki gedung Ditreskrimum Polda Jatim. Dia datang bersama tim kuasa hukumnya sekitar pukul 10.00.

Hadian enggan berbicara banyak kepada media. Termasuk mengomentari penolakan PT LIB agar laga Arema FC versus Persebaya Surabaya digelar sore. Dia beralasan pertanyaan itu termasuk materi penyidikan.

Berdasar pantauan, pemeriksaan baru rampung pukul 22.00. Namun, Hadian menolak memberikan penjelasan dan memasrahkan kepada pengacara. ”Materi pemeriksaan terkait tragedi di Malang,” ujar Mustofa Abidin, pengacara Hadian.

Menurut Mustofa, kliennya mendapat 97 pertanyaan dari penyidik. Di antaranya terkait tugas dan wewenang direksi PT LIB. ”Misalnya hubungan kerja sama LIB dengan PSSI, broadcaster, dan panpel,” ucapnya.

Mustofa juga tidak mau memberikan penjelasan saat ditanya alasan penolakan LIB agar pertandingan digelar sore sesuai surat dari Polres Malang. Sebab, itu berkaitan dengan materi penyidikan. ”Yang pasti, jam tayang itu sudah ditentukan sejak awal. Perubahan tidak bisa langsung serta-merta dilakukan,” paparnya.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto secara terpisah menjelaskan, Hadian bukan satu-satunya tersangka yang menjalani pemeriksaan kemarin. Tiga anggota Polri yang menjadi tersangka juga diperiksa, yakni Kompol Wahyu Setyo Pranoto, AKP Hasdarman, dan AKP Bambang Sidik Achmadi. ”Hari ini (kemarin, Red) yang diperiksa empat orang,” sebutnya.

Namun, Jawa Pos tidak mendapati ketiganya memasuki gedung Ditreskrimum Polda Jatim. Dirmanto pun tidak memastikan lokasi pemeriksaan. Selain keempat tersangka, Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Erwin Tobing diperiksa penyidik sebagai saksi. Dia menjalani pemeriksaan sekitar tiga jam dan mendapat 29 pertanyaan. Di antaranya terkait Abdul Haris, ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan Arema FC yang menjadi tersangka. ”Ditanya apa benar yang bersangkutan pernah dihukum,” ujarnya seusai pemeriksaan.

Erwin membenarkan hal tersebut. Komdis PSSI pernah menjatuhkan sanksi larangan aktif di lingkungan sepak bola kepada Haris pada 2010. Sebab, Haris dianggap terbukti berusaha menyuap komdis. Penyidik sempat menanyakan alasan kenapa Haris sudah aktif kembali sebagai panpel. Sepengetahuan Erwin, yang bersangkutan mengajukan banding dan diterima.

Sementara itu, kemarin tim Persebaya dimintai keterangan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Apartemen Marina sekitar pukul 10.00. Seluruh skuad hadir. Termasuk ofisial yang sempat merasakan kerusuhan di luar Stadion Kanjuruhan setelah truk Brimob dibakar seusai laga Arema versus Persebaya pada 1 Oktober lalu.

Manajer Persebaya Yahya Alkatiri mengatakan, interview dengan Kompolnas merupakan tindak lanjut dari diskusi yang sudah dilakukan Persebaya dengan aparat kepolisian. ”Kami menjelaskan semuanya dari berbagai sudut posisi masing-masing saat kejadian,” jelasnya.

Pendampingan FIFA-AFC

SINERGI: Ketua Umum PSSI M Iriawan (empat dari kiri) bersama Deputi Sekretaris Jenderal AFC Shin Man-gil (empat dari kanan) beserta delegasi FIFA dan AFC memberikan keterangan di kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (12/10). (TIM MEDIA PSSI)

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) berkomitmen membantu sepak bola Indonesia menjadi lebih baik. Delegasi FIFA yang sudah berada di Indonesia kini tengah mengumpulkan data dan informasi terkait tragedi Kanjuruhan.

”Pertama, kami datang ke sini untuk menyampaikan belasungkawa kepada korban tragedi Kanjuruhan. Selanjutnya, FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) akan memberikan dukungan kepada PSSI. Jika data dan informasi sudah didapat, kami akan menyusun rencana aksi,” tutur FIFA Development Project Coordinator Niko Nhouvannasak di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin sore.

FIFA ingin Indonesia bisa kembali menggulirkan kompetisi dengan aman. Tidak hanya di level teratas (Liga 1), tapi juga di semua strata. ”FIFA juga akan memastikan perhelatan FIFA World Cup U-20 berjalan lancar di Indonesia,” imbuh dia.

Senada, Deputi Sekretaris Jenderal AFC Shin Man-gil merasa ikut berduka atas tragedi yang terjadi di Kanjuruhan. Dia berharap tidak ada lagi nyawa melayang di sepak bola Indonesia. ”Indonesia merupakan anggota asosiasi yang penting bagi AFC. Karena itu, AFC ingin memastikan kejadian ini tidak terjadi lagi pada masa mendatang,” ujar Man-gil.

AFC akan membantu persoalan tersebut sampai tuntas. Karena itu, AFC tidak hanya sekali berkunjung ke Indonesia. ”Akan ada kunjungan-kunjungan kami berikutnya. Saya ingin PSSI, AFC, dan FIFA bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan merasa senang dengan dukungan yang diberikan FIFA dan AFC. Menurut dia, dukungan FIFA dan AFC tidak terlepas dari komunikasi Presiden Joko Widodo kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. ”Sekarang FIFA dan AFC sudah berada di Indonesia untuk melakukan pendampingan dan perbaikan terhadap apa yang harus diperbaiki di sepak bola Indonesia,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino pada Selasa (18/10). Hasil investigasi tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) Kanjuruhan akan digunakan Jokowi sebagai bahan diskusi.

Rencananya, laporan TGIPF disampaikan kepada Presiden Jokowi besok (14/10). Menurut Ketua TGIPF yang juga Menko Polhukam Mahfud MD, saat ini semua bahan laporan TGIPF sedang disusun serta dipertajam rekomendasinya. ”Cuma, apa rekomendasinya, tentu tidak bisa saya sebutkan sebelum saya sampaikan secara resmi kepada presiden Jumat (besok),” kata Mahfud setelah bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta kemarin (12/10).

Mahfud menekankan, TGIPF harus bisa mengungkap kebenaran substansial tragedi di Kanjuruhan. Dia berharap rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang disampaikan TGIPF dapat menjadikan dunia persepakbolaan tanah air lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menyinggung hasil pemanggilan TGIPF terhadap PSSI, PT LIB, dan pemegang hak siar Liga 1 di kantornya pada Selasa (11/10). Sebagaimana disampaikan perwakilan PT LIB dan perwakilan pemegang hak siar, pernyataan kedua pihak terkait waktu pelaksanaan pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya saling bertolak belakang.

Pemegang hak siar menyatakan bahwa mereka mengikuti jadwal yang telah dibuat PT LIB sebagai operator liga. Di sisi lain, PT LIB menyampaikan ada permintaan dari pemegang hak siar untuk melaksanakan pertandingan malam.

Menurut Mahfud, hal itu merupakan tindakan saling lepas tanggung jawab antara PSSI, PT LIB, pemegang hak siar, dan panitia pelaksana (panpel). Kondisi itu, kata Mahfud, menjadi salah satu masalah dalam pengelolaan sepak bola nasional.

”Terjadi saling menghindar dari tanggung jawab operasional lapangan seperti antara LIB, PSSI, panpel, bahkan Indosiar (selaku pemegang hak siar) menjadi bukti bahwa penyelenggaraan liga agak kacau,” jelas mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Terpisah, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana meminta keterangan sejumlah pihak terkait insiden Kanjuruhan hari ini (13/10). Di antaranya, petinggi PT LIB, direktur utama (Dirut) Indosiar (broadcaster Liga 1), ahli hukum olahraga, dan PSSI. ”Kami berharap semua pihak bekerja sama dengan kami untuk membuat terangnya peristiwa (Kanjuruhan, Red),” kata Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mendapatkan data dan bukti tambahan terkait tragedi Kanjuruhan. Di antaranya, video krusial yang menggambarkan banyak hal. Mulai suasana di tribun hingga titik pintu keluar 13.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : edi/rid/idr/fiq/lyn/syn/tyo/mia/c9/c7/fal

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads