alexametrics

Milomir Seslija: Saya Tak Membela Djanur, Tapi Tak Ada Prestasi Instan

13 Agustus 2019, 17:44:49 WIB

JawaPos.com-Bukan kue tar yang diharapkan Arema FC pada hari ulang tahunnya ke-32. Tapi, kemenangan besar ketika menjamu Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kamis (15/8). Itulah kado indah yang ditunggu-tunggu Arema FC dan semua suporternya.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija paham dengan itu. Tuntutan suporter agar menang atas Persebaya memang sangat besar. Ibaratnya, boleh kalah dengan Kalteng Putra atau tim yang lain, asal jangan dengan Green Force.

Karena itu, Milo menyiapkan tim begitu matang. Dia sudah mengutak-atik strategi menyusul absennya beberapa pemain kunci seperti Dedik Setiawan dan Johan Alfarizi. Kedua pilar tersebut masih dalam pemulihan cedera. Fullback kanan Alfin Tuasalamony juga tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning.

Kondisi ini berbeda dengan Persebaya yang bakal datang ke Malang dengan kekuatan penuh. Meski internal Persebaya sedang berguncang setelah pemecatan pelatihnya Djadjang Nurdjaman.

”Kami sudah pernah menghadapi mereka dalam kondisi full team,” kata Seslija usai latihan di lapangan Universitas Brawijaya (UB), Senin (12/8).

Laga itu, dia menjelaskan, kejadian pada final Piala Presiden 2019 lalu. Dalam dua laga, Hamka Hamzah dkk mendapatkan hasil yang positif. Imbang 1-1 saat bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Dan menang 2-0 saat bermain di Stadion Kanjuruhan.

Namun, Milo tidak terlalu peduli dengan hasil yang lampau. Menurut dia, Persebaya tetaplah tim yang tangguh. ”Persebaya tim bagus dan ini akan menjadi pertandingan yang tidak akan mudah,” kata pelatih berkebangsaan Bosnia-Herzegovina tersebut.

Karena itu, Milo melanjutkan, persiapan terus dilakukan. ”Kami harus tahu apa yang akan dilakukan dan bermain bagus nanti,” kata dia.

Melihat kondisi Persebaya pasca pemecatan pelatih Djajang Nurdjaman, Milo juga tidak terlalu ambil pusing.

Pasca pemecatan Djanur, Persebaya dipimpin oleh asisten pelatih Bejo Sugiantoro. ”Tapi, ada juga tim-tim yang melakukan perubahan pelatih namun tidak berkembang,” kata mantan pelatih Madura United itu.

Menurut Milo, semua pelatih butuh waktu dan tidak bisa instan membawa tim menjadi juara. ”Saya tidak membela pelatih, tapi memang seperti itu,” kata pelatih 55 tahun tersebut.

Lebih lanjut, apa pun kondisi Persebaya saat ini, semangat Arema tidak kendur. Hendro Siswanto tetap harus berjuang habis-habisan. ”Kami fokus pada tim sendiri, saat ini kami mulai siapkan teknik dan taktik melawan Persebaya,” tandas Milo.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : adk/c2/abm (Jawa Pos Radar Malang)



Close Ads