alexametrics
Piala Gubernur Jatim 2020

Persebaya Terpaksa Main Dua Striker karena Irfan Jaya Tiba-Tiba Sakit

13 Februari 2020, 07:30:26 WIB

JawaPos.com – Tiket semifinal Piala Gubernur Jatim (PGJ) sebetulnya sudah berada dalam genggaman Persebaya. Peluang itu diperoleh pada menit ke-67. Yakni, saat Hambali Tholib dijatuhkan bek Bhayangkara FC Nurhidayat. Wasit Yudi Nurcahya langsung menunjuk titik putih. Dan, Makan Konate maju sebagai eksekutor.

Sayang, eksekusi pemain bertajuk megatransfer itu jauh dari sasaran. Tendangannya melayang tinggi di sisi kiri gawang Awan Setho. Mirisnya, dua menit berselang, malah gawang Persebaya yang kebobolan. Berawal dari serangan balik cepat, Dendy Sulistyawan membawa Bhayangkara FC unggul 1-0. Skor itu bertahan hingga laga tuntas.

Persebaya Surabaya

Ini merupakan kekalahan perdana Aji Santoso selama menjadi pelatih Persebaya di Liga 1. Ya, sebelum menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bangkalan kemarin sore, Aji punya catatan menawan. Dia belum pernah menelan kekalahan dalam 12 laga bersama tim berjuluk Green Force itu. Namun, catatan tersebut harus ternoda kemarin.

Itu sekaligus menjadi noda pertama Persebaya dari Bhayangkara. Dalam empat laga sebelumnya, Persebaya tak pernah kalah dari Bhayangkara. Perinciannya, tiga kali menang dan sekali imbang. Meski begitu, Aji memilih kalem.

’’Nggak masalah. Masak mau menang terus? Toh, ini masih pramusim. Belum masuk kompetisi sebenarnya,’’ kata pelatih 49 tahun tersebut.

Aji menilai, permainan anak asuhnya sudah bagus. ’’Tidak ada yang salah dengan cara main anak-anak. Kami juga punya banyak peluang. Cuma, dewi fortuna belum bersama kami,’’ ungkap mantan pelatih Persela Lamongan dan PSIM Jogjakarta itu.
Salah satu yang paling disayangkan tentu saja kegagalan Konate mengeksekusi penalti. Padahal, Aji sejatinya tak menunjuk Konate sebagai eksekutor. ’’Saya beri kebebasan pemain di lapangan untuk menentukan siapa penendang penalti,’’ ujarnya.

Namun, Aji ogah menyalahkan Konate. ’’Itu (gagal penalti) lumrah. Pemain seperti Maradona, Cristiano Ronaldo, atau Messi juga pernah mengalaminya,’’ kata Aji.
Hasil minor itu tetap saja disyukuri Aji. ’’Saya bisa melihat apa yang kurang dalam tim sehingga bisa kami benahi sebelum kompetisi,’’ tegasnya.

Lagi pula, Green Force tampil dengan skema baru. Dalam laga kemarin, Aji menjajal skema 4-3-1-2 dengan David da Silva dan Patrich Wanggai sebagai ujung tombak. Dia punya alasan mengapa menggunakan skema anyar. ’’Sebenarnya saya mau pasang Irfan (Jaya). Tapi, dia mendadak sakit. Jadi, saya harus ubah skema,’’ jelasnya.
Kekalahan tersebut membuat kans Persebaya lolos ke babak empat besar cukup berat. Sebab, mereka akan bersua dengan tuan rumah Madura United (14/2) dalam laga pemungkas. Kondisi sebaliknya terjadi di kubu Bhyangakara FC. Dengan koleksi 4 poin, kans mereka untuk lolos cukup besar. Apalagi, mereka ’’hanya’’ menghadapi tim promosi Persik Kediri (14/2) dalam laga terakhir.

’’Saya sangat suka hasil hari ini (kemarin). Kami bermain sangat bagus,’’ ungkap Paul Munster, pelatih Bhayangkara FC.

Dia memuji penampilan Dendy yang menjadi penentu kemenangan. ’’Dendy membuat permainan kami makin mengalir. Kecepatan transisi kami mengalir dengan bagus,’’ jelas pelatih asal Irlandia Utara itu.

Munster menilai, kunci kemenangan anak asuhnya adalah kemampuan mematikan David da Silva. Menurut dia, pemain asal Brasil tersebut memang menjadi salah satu kekuatan Green Force. Buktinya, saat Bhayangkara FC kalah 0-4 dalam putaran kedua musim lalu, Da Silva mencetak brace.

’’Itu karena saya belum paham permainan tim lawan. Sekarang saya sudah banyak tahu soal gaya permainan mereka,’’ ujarnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads