alexametrics

Dikontrak Jangka Panjang, Djadjang Nurdjaman dan Mario Gomez Adem Ayem

13 Januari 2021, 15:19:06 WIB

JawaPos.com − Pergantian tahun membuat para pelatih di Liga 1 resah. Sebab, mayoritas kontrak mereka habis Desember lalu. Sampai saat ini, belum ada tawaran kontrak baru yang diberikan.

Namun, situasi itu tidak terjadi pada Djadjang Nurdjaman. Pelatih Barito Putera tersebut adem ayem. Sebab, pelatih yang akrab disapa Djanur itu sudah terikat kontrak jangka panjang.

Dia dikontrak pada pertengahan musim 2019, kemudian menangani Barito Putera sampai akhir musim 2022.

Baca Juga: Galang Dana Tragedi Sriwijaya Air, Eks Persebaya akan Lari 180 Km

Bagi Djanur, ini kali pertama dia mendapat kontrak jangka panjang. Memang, dia pernah lima musim menangani Persib Bandung.

’’Tapi, kontraknya selalu satu musim, lalu diperbarui,’’ katanya saat dihubungi Jawa Pos. Bagi dia, kontrak jangka panjang sangat menguntungkan. Apalagi melihat kondisi sepak bola yang tidak jelas seperti sekarang.

Karena itu, Djanur benar-benar bersyukur. ’’Paling tidak saya merasa ada ketenangan. Nggak seperti pelatih lain yang kontraknya habis,’’ ungkap mantan pelatih Persebaya Surabaya itu.

Apalagi, komunikasi dengan manajemen Barito Putera berjalan sangat baik. ’’Klub memahami betul hak yang harus diberikan kepada pelatih,’’ tambah pelatih asal Majalengka itu.

Meski begitu, bukan berarti Djanur bisa sepenuhnya bersantai. Sebab, menurut dia, ada risiko besar bagi pelatih jika menerima kontrak jangka panjang. ’’Tantangannya adalah bagaimana kami harus bisa mencapai target sesuai waktu yang sudah disepakati sebelumnya,’’ terang Djanur.

Lalu, apa dia dipatok target tinggi selama menangani Barito Putera? ’’Target awal adalah bagaimana saya diwajibkan memberi jam terbang kepada pemain jebolan tim Elite Pro Academy (EPA),’’ imbuhnya.

Bagi Djanur, menurunkan pemain muda bukan hal yang sulit. ’’Apalagi, pemain muda pasti dapat kontrak jangka panjang juga. Jadi, pemain bisa bekerja lama dengan saya. Dengan begitu, paham bagaimana cara main yang saya inginkan,’’ bebernya. Sayang, belum sampai menurunkan pemain jebola EPA, kompetisi sudah terhenti.

Selama kompetisi mandek, Djanur menghabiskan waktu bersama keluarga di Bandung. Sesekali pelatih kelahiran 30 Maret 1959 itu tetap menjaga kondisi fisik.

’’Pokoknya tetap olahraga ringan. Bisa joging, gowes, atau kadang main bulu tangkis juga,’’ terang pelatih yang membawa Persib juara Liga Indonesia musim 2014 itu.

Selain Djanur, Mario Gomez juga dapat kontrak jangka panjang. Pelatih asal Argentina itu tetap menangani Borneo FC sampai 2022.

Keputusan mengontrak pelatih sampai dua musim bukan tanpa alasan. Sebab, manajemen sudah kenal betul sosok Gomez. Maklum, sebelumnya Gomez pernah menangani Borneo FC pada musim 2019.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gus/c17/ali


Close Ads