alexametrics
Liga 1 2020

Kena Teror, Evan Tepis Mata Duitan, Pilih Persija karena Serius Dekati

13 Januari 2020, 07:00:56 WIB

JawaPos.com – Rivalitas kadang tanpa batas. Evan Dimas jadi pemain yang merasakan pahitnya hal itu. Keluarganya mendapat teror setelah Evan memilih bergabung dengan Persija Jakarta.

Pesan singkat via WhatsApp itu mengejutkan Evan. Dia menerima pesan tersebut Sabtu sore (11/1). Isinya, foto spanduk yang dipasang di depan rumah sang ibu, Ana Darmono. Tepatnya di kawasan Made, Lakarsantri, Surabaya. Rumah itu hanya berjarak 20 meter dari tempat tinggal Evan. Spanduk tersebut bertulisan Sepakbola Bukan Sekedar Nilai Rupiah.

Evan berada di Jakarta saat itu. Namun, kalimat tersebut ditujukan kepada Evan. Jelas sebagai bentuk sindiran karena Evan bergabung dengan Persija. Bukan dengan tim kota kelahirannya: Persebaya Surabaya.

Spanduk itu dipasang pada Sabtu (11/1) pukul 14.00. Ada sekitar 20 oknum suporter yang memasangnya. Namun, spanduk tersebut tak bertahan lama. Selang dua jam, spanduk itu diturunkan oleh oknum suporter tersebut.

Sejatinya, Evan sudah tahu risiko yang bakal dihadapinya. Sebab, dia memilih bergabung dengan tim rival, Persija. Hanya, pemain 24 tahun itu tak menyangka ada aksi protes sejauh itu. ’’Kalau hanya komen di media sosial, kan masih wajar. Kalau sampai bikin spanduk, saya nggak kepikiran ada tindakan seperti itu,’’ kata Evan saat ditemui Jawa Pos di rumahnya kemarin (12/1).

Di sisi lain, Ana Darmono mengetahui pemasangan spanduk itu. Namun, perempuan berhijab tersebut memilih diam. ’’Daripada ngomong, nanti malah ribut. Saya nggak ngurusi gitu. Yang penting enggak mengganggu saya,’’ ucap Ana kepada Jawa Pos.

Hal itu membuat Evan sedih. Sebab, keluarganya tidak ikut campur dalam urusan di lapangan, tapi malah terkena getahnya. ’’Kalau mau protes, ke saya saja,’’ ujar mantan pemain Bhayangkara FC tersebut.

Lantas, apakah Evan sakit hati karena keluarganya mendapat teror? ’’Gimana ya? Kalau saya sih, intinya harus sabar. Nggak usah terlalu direken (tidak usah terlalu digubris, Red),’’ tutur pemain pilar yang membawa timnas U-19 juara Piala AFF U-19 tahun 2013 itu.

Evan juga mengaku sedih jika dianggap mata duitan. Hal itu tidak terlepas dari info yang beredar di medsos bahwa dia mendapat uang Rp 5 miliar selama berkostum Persija. ’’Nggak benar itu, Mas. Ngawur!’’ tegasnya.

Evan punya alasan tersendiri untuk pindah ke Persija. ’’Saya ingin main di klub yang benar-benar menginginkan kehadiran saya,’’ ungkapnya.

Isu mata duitan itu membuat sang ibu trenyuh. Ana menjelaskan, sejatinya Evan ingin bermain di Surabaya. ’’Apalagi, calon istrinya orang Surabaya. Jadi nggak ingin jauh-jauh,’’ paparnya kepada Jawa Pos.

Evan memang sudah merencanakan pernikahan. Rencananya, akad digelar Maret mendatang. Resepsi juga akan digelar di Surabaya. Itulah yang membuat Evan lebih senang jika bergabung dengan Persebaya. Tapi, sekali lagi, Evan memilih kalem saat ditanya kenapa tidak bergabung dengan Persebaya. ’’Mungkin belum jodoh,’’ katanya.
Karena itu, teror spanduk tersebut membuat Ana kecewa. ’’Evan ini arek Suroboyo. Jiwanya Suroboyo. Nggak mungkin nolak kalau main di Surabaya,’’ tegas Ana. ’’Cuma, rezeki kan nggak ada yang tahu,’’ tambahnya.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/ali


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads