alexametrics
Liga 1 2019

Kontroversi Kalteng Putra, Dari Forlan ke David Bala, Menuju Degradasi

12 Desember 2019, 21:07:45 WIB

JawaPos.com – Habis promosi langsung degradasi. Itulah nasib Kalteng Putra di Liga 1 musim ini. Setelah naik ke level tertinggi dengan meninggalkan begitu banyak kontroversi di Liga 2 musim lalu, klub berjuluk Laskar Isen Mulang itu kembali ke habitat aslinya.

Ya, hanya bermain imbang tanpa gol dengan Persipura Jayapura tadi malam, membuat Kalteng Putra tak lagi bisa menyelamatkan diri. Mereka menjadi tim pertama yang terjerumus ke Liga 2. Dengan hanya mengoleksi 31 poin dari 32 laga, kemenangan di laga sisa tak lagi bisa menyelamatkan mereka.

Kalteng Putra

Kalteng Putra tinggal menyisakan dua pertandingan. Mereka akan menghadapi Bhayangkara FC (16/12) dan Persija Jakarta (22/12). Kalau pun selalu menang, mereka hanya bisa mengemas 37 poin. Masalahnya, Persija Jakarta yang berada satu setrip di atas zona degradasi sudah mengemas 38 poin.

Sudah begitu, Persija masih punya tabungan satu laga lebih banyak. Mereka baru akan menjalani pekan ke-32 besok melawan Madura United. Setelah Kalteng Putra, ada dua tim lain yang paling terancam degradasi, yakni Semen Padang dengan 31 poin dari 31 laga dan Badak Lampung dengan 33 poin dari 32 laga.

Kalteng Putra benar-benar antiklimas di Liga 1. Ketika musim belum dimulai, mereka begitu gembar-gembor dengan merekrut pemain asing top. Bahkan, Kalteng Putra sudah bernegosiasi dengan mantan kapten Uruguay Diego Forlan untuk bergabung.

Pada 2 April lalu, CEO Kalteng Putra Agustiar Sabran mengakui bahwa negosiasi sudah berjalan. Hanya terkendala fasilitas. ”Kami sudah bernegosiasi. Tapi, sang pemain mengira fasilitas kami seperti di Jakarta. Padahal kami adalah klub di Kalimantan,” ungkap sang CEO ke Jawa Pos.

Bergaya sebelum musim dimulai, malah kacau saat musim telah berjalan. Pada September problem mulai terasa. Gaji pemain tersendat. Para pemain sempat mogok latihan. Dan, pada Oktober, ramai-ramai mereka mendatangi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran untuk menanyakan gaji dua bulan yang belum terbayar.

Parahnya lagi, belakangan mereka malah bermasalah dengan salah seorang pemain asing, David Bala. Dia bergabung pada putaran kedua, lalu cedera parah. Masalahnya, sang pemain kemudian sempat terkatung-katung nasibnya sebelum akhirnya mencapai kesepakatan dengan manajemen pada awal Desember.

Agennya, Antonio Teles, pernah mengeluhkan itu ke Jawa Pos pada 27 November. Menurut dia, bukan hanya tidak peduli dengan cedera, melainkan juga visanya sudah habis dan belum diperpanjang. ”David akan operasi di Brasil. Biaya semua saya yang tanggung, karena mereka (manajemen) tak mau tanggung jawab,” kata Teles.

Editor : Mohammad Ilham


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads