JawaPos Radar | Iklan Jitu

Liga 2 2018

Laga Derby Jogja Aman Di Lapangan, Ricuh di Jalanan

12 Oktober 2018, 14:15:59 WIB | Editor: Agus Dwi W
pss sleman
Laga derby PSS vs PSIM di lapangan berjalan aman dan lancar, tapi kerusuhan suporter ada di jalanan. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Laga derby Jogjakarta antara PSS Sleman versus PSIM Jogja sebenarnya berjalan aman di atas lapangan, Rabu (10/10) lalu. Pasalnya, berdasarkan rekomendasi kepolisian, pertandingan ini pun berlangsung tanpa kehadiran penonton di dalam stadion. Namun, tetap saja terjadi kericuhan yang melibatkan suporter.

Polda DIJ menerima sejumlah laoran kericuhan yang melibatkan suporter, usai pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman Rabu (10/10), kemarin. Baik kericuhan antarsuporter, maupun suporter dengan warga.

“Padahal kedua kubu suporter sepakat damai,” sesal Kabid Humas Polda DIJ, AKBP Yuliyanto, Kamis (11/10).

Berdasarkan pertemuan di Mapolda DIJ beberapa waktu lalu, kedua kubu suporter sepakat tidak ada konvoi. “Sepertinya memang tidak mudah. Mengendalikan barisan suporter hingga ribuan orang,” lanjutnya.

Keterbatasan personel kepolisian menjadi salah satu alasannya. Aparat tak bisa menjangkau titik-titik pusat kumpul para suporter.

Seperti diketahui, karena dilarang ke stadion para suporter PSS maupun PSIM melakukan nonton bareng di beberapa lokasi. Dari balai desa hingga kantor kecamatan. Ini sebagai langkah antisipasi pergerakan suporter ke stadion.

Namun kericuhan tetap terjadi di beberapa lokasi. Seperti di Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman. Kericuhan antarsuporter sempat menyebabkan arus lalu lintas kendaraan di Jalan Magelang tersendat. Belasan suporter terlihat berlarian di sela-sela kendaraan yang melintas.

“Kericuhan justru terjadi antarsesama suporter PSS Sleman,” ungkap Yuliyanto. Menurutnya, kericuhan itu terjadi lantaran faktor emosional. Karena pengaruh minuman beralkohol. “Langsung ditangani Polsek setempat,” imbuhnya.

Meski bisa diantisipasi, kericuhan tersebut tetap menjadi catatan polisi. Yuliyanto mengimbau suporter bola di Jogjakarta bisa bersikap dewasa. Mengutamakan sportivitas dalam memberikan dukungan. Fokus pada olahraga. Bukan mencari permusuhan.

Kericuhan lain dilaporkan terjadi di kawasan Piyungan, Bantul. Hal itu ditindaklanjuti oleh jajaran Polresta Jogja.

Polisi mendeteksi keberadaan 14 remaja yang berkumpul di GOR Sorowajan, Banguntapan, Bantul. Belasan remaja tanggung tersebut lantas digiring ke Mapolresta Jogja untuk diperiksa pada Rabu (10/10) malam. Seluruhnya didata sebelumnya diserahkan ke Polsek Banguntapan.

“Tidak ditemukan barang bukti yang mengarah pidana. Tapi ada yang bawa empat bongkah batu,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Jogja Iptu Sartono. Hingga kemarin polisi belum menerima laporan adanya korban dari kericuhan.

(dwi/yog)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up