alexametrics
Liga 1 2019

Telat, Pemain Persebaya Dihukum Jaga Store atau Bantu Panti Asuhan

12 September 2019, 18:00:59 WIB

JawaPos.com – Pantang bagi penggawa Persebaya Surabaya datang telat ke tempat latihan. Ada aturan baru yang diterapkan. Jika telat, roda nasib siap memberikan hukuman.

Wolfgang Pikal tidak sendirian. Setiap latihan, ada benda yang setia menemaninya di pinggir lapangan. Misalnya yang terlihat dalam latihan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (10/9). Benda itu diletakkan di sudut lapangan. Namanya roda nasib. Bentuknya bulat. Ada delapan bagian. Terbagi dalam dua warna. Hijau dan putih. Setiap bagian, ada tulisan yang terpampang. Di antaranya, melatih tim junior Persebaya. Membantu chef menyiapkan masakan. Memberi bantuan ke panti asuhan. Atau, menjaga Persebaya Store selama tiga jam.

Persebaya Surabaya

Tulisan itu merupakan hukuman bagi pemain yang telat datang ke tempat latihan. Jika telat, mereka harus memutar roda nasib. Kemudian, menunggu di bagian tulisan mana jarum tersebut berhenti. Setelah itu, mereka harus mendapat hukuman sesuai dengan tulisan yang didapat.

Winger Persebaya Osvaldo Haay merasa ngeri. Itu adalah hal baru baginya. ’’Saya belum pernah telat sih, tapi ya jangan coba-coba,’’ kata pemain 22 tahun itu. Dia menilai hukuman semacam itu adalah hal positif. Apalagi, dia menganggap beberapa hukuman cukup bagus. ’’Seperti ke panti asuhan. Itu kan bagus juga, jadi bisa dapat doa dari anak-anak,’’ terangnya.

Tapi, bagaimana jika hukumannya harus menjaga Persebaya Store selama tiga jam? ’’Ya nggak apa-apa. Kan bisa refreshing sambil lihat Bonita sekalian,’’ kata Osvaldo, lantas terkekeh. Osvaldo memang ogah sambat. Apalagi, dia merasa hukuman tersebut bisa membuat pemain kian disiplin. ’’Saya lihat Coach Pikal sangat disiplin. Dia menyiapkan segala sesuatu dengan bagus,’’ tambahnya.

Asisten pelatih Bejo Sugiantoro sependapat dengan Osvaldo. Dia berharap pemain menjaga kedisiplinan. Bagi Bejo dan sang anak, Rachmat ’’Rian’’ Irianto, datang telat adalah hal tabu. Apalagi, saat ini Persebaya sering berlatih di Sidoarjo. Bejo memang bermukim di Kota Udang. ’’Urusan telat jangan sampai terjadi, bisa kena hukuman berat. Disiplin seperti ini sangat baik bagi pemain,’’ kata Bejo.

Begitu pula Rendi Irwan. Gelandang 32 tahun itu senang karena latihan sering dilakukan di Sidoarjo. Sebab, dia juga tinggal di Sidoarjo. Jaraknya dari rumah dekat. Sekitar 4 kilometer. Dia hanya perlu menaiki motor ke tempat latihan. ’’Tapi, bagusnya kami diajari kedisiplinan agar bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya,’’ ujar Rendi.

Sejauh ini, belum ada pemain yang telat. ’’Tingkat disiplin pemain sangat bagus,’’ kata Pikal. Dia berharap hal itu terus dipertahankan. Kalaupun tidak, roda nasib bisa menentukan nasib para pemain yang telat datang latihan. Walau, ada bagian bertulis lucky day. Artinya, tidak ada hukuman bagi para pemain yang telat alias beruntung.

’’Kalau dapat itu (lucky day), dia beruntung dan bisa gabung latihan,’’ terang Pikal.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : gus/bas

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads