alexametrics

Kombinasi Dedik dan Comvalius Makin Mengerikan

12 Juli 2019, 21:57:59 WIB

JawaPos.com-Dari Stadion Gelanggang Olah Raga Haji Agus Salim, Padang, Arema FC kembali menemukan momentumnya. Singo Edan berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 1-0 atas tuan rumah Semen Padang (12/7).

Inilah kemenangan kedua beruntun Arema FC. Atau yang ketiga dalam enam pertandingan, juga yang pertama di kandang lawan musim ini. Pada pertandingan sebelumnya, Hamka Hamzah dkk menghajar Persipura Jayapura di Stadion Gajayana, Kota Malang, dengan skor 3-1 (4/7).

Satu-satunya gol kemenangan Arema terjadi pada menit ke-39 lewat tandukan Dedik Setiawan. Penyerang berusia 25 tahun kelahiran Kabupaten Malang itu meneruskan umpan silang kaki kiri striker Sylvano Comvalius.

Berdasarkan data Jawa Pos yang bekerjasama dengan lembaga penyedia statistik sepak bola Statoskop, Semen Padang sejatinya berhasil menguasai bola lebih banyak yakni 58 persen.

Namun, Arema yang kembali bermain dengan komposisi kompartemen penyerangan bermaterikan Dedik, Comvalius, dan Dendi Santoso dalam pola 4-3-3, memiliki peluang yang jauh lebih banyak. Arema melakukan 16 tembakan dengan 10 tembakan mengarah ke gawang.

Bandingkan dengan Semen Padang yang hanya menciptakan dua sepakan akurat dari 11 percobaan.

Pelatih Arema FC Milomir Seslija mengatakan sangat tidak mudah meraih kemenangan di Stadion Agus Salim. Semen Padang bermain sangat solid. Pertahanannya tidak mudah ditembus.

Belum pernah meraih kemenangan dan baru saja ditinggal pelatih Syafrianto Rusli membuat Semen Padang bermain sangat ngotot. ”Walau kondisi mereka sedang sulit, Semen Padang bermain dengan fair,” puji Seslija dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Pada laga tadi, pelatih sementara Semen Padang Weliansyah memakai pola 4-4-2. Namun siasatnya sangat monoton. Weliansyah cuma memfokuskan serangannya dengan bola-bola silang kepada Karl Max Barthelemy. Ini membuat alur offense Semen Padang gampang dibaca dan dimentahkan.

Di sisi lain, Arema beruntung mempunyai penyerang berkualitas pada diri Dedik. ’’Kami memiliki banyak peluang terutama pada babak pertama. Ternyata hanya satu yang masuk. Kendala kami ya itu, tidak bisa memanfaatkan peluang dengan baik,’’ kata Dedik dalam konferensi pers resmi setelah pertandingan. ’’Tapi Alhamdulillah kami bisa meraih tiga poin dari sini,’’ imbuhnya.

Selain gol tandukan itu, Dedik memiliki dua peluang emas. Pertama pada menit ke-40 saat sepakannya berhasil dipatahkan kiper Semen Padang Teja Paku Alam. Padahal, Dedik sudah berhadapan langsung dengan Teja. Yang kedua, sepakan keras Dedik hanya menerpa mistar gawang pada menit ke-57.

Dua peluang itu lahir dari umpan Comvalius. Ini, sekali lagi membuktikan bahwa kombinasi Comvalius dan Dedik sangat berbahaya dan menjadi inti dari serangan Arema FC di Liga 1.

Dengan tambahan satu gol, Dedik ditahbiskan menjadi striker lokal tersubur di Liga 1 dengan lima gol. Jumlah itu sama dengan Ciro Henrique Alves (PS Tira Persikabo) yang juga menceploskan lima gol.

Top scorer sementara Liga 1 adalah striker Persela Lamongan Alex dos Santos Goncalves yang mendulang enam gol. Kemarin (11/7), Alex mencetak tiga gol ke gawang Kalteng Putra di Stadion Surajaya, Lamongan.

Dedik menjadi satu-satunya pemain lokal yang berada dalam daftar 10 besar pencetak gol terbanyak Liga 1 2019. Kalau daftar itu dipanjangkan menjadi 15 besar, baru muncul satu nama pemain lokal lainnya.

Penyerang Persipura Jayapura Titus Bonai berada di ranking 15 pencetak gol terbanyak dengan koleksi tiga gol.

Tambahan tiga angka membuat Arema menempati posisi kesembilan klasemen sementara. Di sisi lain, Semen Padang yang belum meraih kemenangan, masih tetap berada sebagai juru kunci klasemen.

Editor : Ainur Rohman



Close Ads