alexametrics
Liga 2 2019

BOPI Sebut Data Klub Liga 2 2019 Wajib Dilengkapi

12 Juni 2019, 13:50:36 WIB

JawaPos.com – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memang menerima data-data klub peserta Liga 2 2019 sejak 10 Juni lalu. Tetapi, ternyata setelah dilakukan verifikasi awal pada Selasa (11/6), data yang diterima dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) tersebut belum lengkap. Masih ada beberapa data penting yang belum diserahkan sebagai syarat keluarnya rekomendasi untuk memutar kompetisi kasta kedua tersebut.

Berdasar itu, Plt Sekjen BOPI Sandi Suwardi Hasan memberikan ultimatum kepada PT LIB agar segera melengkapi kekurangan tersebut. Data-data yang belum terpenuhi harus sudah dilengkapi maksimal Kamis (13/6). Jika tak dilengkapi, Sandi tidak menjamin BOPI akan mengeluarkan rekomendasi untuk kompetisi Liga 2 2019.

Bukan hanya itu, Sandi mengatakan bahwa ada beberapa hal yang juga wajib dijelaskan PT LIB kepada BOPI. Terutama terkait klarifikasi tunggakan gaji pemain yang dilakukan tiga klub Liga 2 yakni Sriwijaya FC, PSMS Medan, dan PSPS Riau.
Klarifikasi itu dinilai sangat penting agar BOPI mengerti duduk perkara yang terjadi sebenarnya.

Sebab, dalam laporan dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), tidak dijelaskan mengapa tiga klub tersebut sampai menunggak gaji pemain. APPI hanya dalam level mengimbau agar ketiga klub itu tidak diperbolehkan ikut kompetisi jika tunggakannya belum lunas.

“Kami tidak mau sembarangan. Data ini saja kami baru punya musim ini. Jadi, kami masih meraba-raba,” ucap Sandi.

Di luar itu, yang tidak kalah penting adalah status badan hukum dari para peserta Liga 2 2019. Sandi melihat, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai merger klub atau perpindahan badan hukum di beberapa peserta Liga 2 2019.

“Ini yang kami duga masih banyak masalah. Jadi, sebelum kick-off, kami ingin PT LIB memberikan kejelasan terkait itu,” ucapnya.

Selain menunggu PT LIB melengkapi data-data dari klub, BOPI akan ikut turun melakukan verifikasi langsung di lapangan. Sama halnya dengan Liga 1, pihaknya bakal menugaskan beberapa orang untuk melakukan verifikasi faktual ke dua wilayah, yakni timur dan barat. Sesuai dengan pembagian kompetisi Liga 2 2019.

Nah, hasil verifikasi faktual itulah yang nanti dirapatkan Senin pekan depan. Kelayakan venue pertandingan juga akan dinilai. Sebab, dari hasil evaluasi kompetisi musim lalu, Sandi melihat beberapa kontestan belum serius menggelar pertandingan. “Liga 2 katanya kan profesional. Jadi harus dikelola profesional,” tegasnya.

Seluruh hasil verifikasi itu bakal diputuskan pada rapat pleno akhir, sehari setelah pemaparan verifikasi faktual yakni 18 Juni mendatang. Dalam rapat itulah, nanti diputuskan apakah rekomendasi kompetisi Liga 2 2019 dikeluarkan BOPI atau tidak.

Terkait tunggakan gaji pemain, jawaban yang sama tetap terlontar dari ketiga klub. Sriwijaya FC, PSMS, maupun PSPS akan membayar tunggakan gaji itu jika subsidi dan utang dari PT LIB juga dilunasi.
Itu seperti dikatakan Sekretaris Sriwijaya FC, Faisal Mursyid. Dia mengungkapkan, Laskar Wong Kito bakal melunasi hak mantan pemainnya jika PT LIB mencairkan kewajibannya selama ini.

“Dua kali kami berkirim surat kepada PT LIB. Yang pertama pada 7 Januari dan yang kedua 4 April. Hingga saat ini, tidak ada pembahasan,” ujarnya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga meminta PT LIB membayarkan langsung dana tersebut kepada para pemain tanpa perantara klub lagi. Sementara itu, Media and Public Relation Manager PT LIB Hanif Marjuni menuturkan, pihaknya bakal melengkapi data yang diminta BOPI secepatnya. Itu berarti Kamis mendatang sudah tidak ada lagi kekurangan data tersebut. “Kami akan maksimal sama dengan persiapan ketika Liga 1 lalu,” ucap Hanif.

Editor : Edy Pramana

Reporter : rid/c4/nur



Close Ads