JawaPos Radar

Liga 2 2018

Ditaklukkan Persiraja, Pelatih Persis Solo: Mereka Punya Hapidin

12/05/2018, 13:05 WIB | Editor: Agus Dwi W
persis solo
Pelatih Kepala Persis Solo Jafri Sastra (kiri) memberikan keterangan di Banda Aceh. (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Persis Solo harus mengakui keperkasaan Persiraja Banda Aceh. Tampil dalam lanjutan Liga 2 di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Jumat (11/5) malam, Persis dipaksa takluk dengan skor tipis, 0-1.

Pelatih kepala Persis Solo, Jafri Sastra mengatakan timnya sudah bermain maksimal sejak menit awal hingga akhir laga. Mereka sejatinya bermain dengan baik dan mengandalkan umpan-umpan pendek. Namun, hasil akhir memang tak sesuai harapan.

"Kami bermain sesuai dengan apa yang kami inginkan. Tapi tidak menguntungkan kami. Ini tetap kami syukuri," ujar Jafri di Banda Aceh, Sabtu (12/5).

Jafri menjelaskan, usai kekalahan ini timnya akan segera berbenah dan melakukan evaluasi. Mereka akan mencari dan memetakan kekurangan ketika melakoni laga. "Kami harus melakukan yang lebih baik lagi," lanjut dia.

Pada pertandingan kemarin, Persis Solo tampil lebih menekan dan mendominasi penguasaan bola. Terutama di babak kedua. Pertahanan yang dibangun skuad Persis juga sangat kuat dan kokoh sehingga menyulitkan Persiraja mengembangkan permainan.

"Babak kedua kami telah mendominasi pertandingan. Akhirnya Persiraja tidak bisa melakukan shooting, meskipun mereka menciptakan gol lewat tendangan bebas," tuturnya.

Dia menambahkan, timnya bermain sesuai dengan strategi yang dirancang. Anak-anak asuhnya menerapkan dan memperagakan visi bermain dengan baik. Hanya, ia mengakui keberuntungan belum berada di pihaknya.

"Taktikal yang kami jalankan dan kami inginkan berjalan dengan baik. Cuma Dewi Fortuna tidak berpihak kepada kami," ungkapnya.

Pelatih asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ini menuturkan, sejak awal timnya sudah mengantisipasi pergerakan striker Persiraja Banda Aceh, Hapidin. Namun, pemain nomor punggung 9 ini masij bisa menciptakan gol dari tendangan bebas.

"Hapidin sejak awal sudah kita antisipasi. Ia punya kemampuan bola-bola mati, di luar itu sepertinya tidak punya. Kalau tendangan bebasnya sulit kita antisipasi dengan pagar (hidup)," paparnya.

Ia juga mengakui, para pemain-pemainnya sering melakukan pelanggaran tak penting. Bahkan sering kali dilakukan dekat dengan kotak penalti dan jantung pertahanan. Tindakan itu justru menguntungkan tim tuan rumah. "Mereka punya Hapidin," tutup Jafri Sastra.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up